Mesuji – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, melakukan kunjungan kerja perdana dalam rangkaian safari politiknya ke Provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Mesuji, pada Jumat (26/6/2026).
Kedatangan mantan kepala negara tersebut disambut antusias dalam agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setempat.
Dalam sambutannya, Joko Widodo mengungkapkan bahwa kedatangannya ke wilayah tersebut didorong oleh rasa kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat Lampung.
Ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap warga di provinsi tersebut tidak pernah luntur meski dirinya tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Untuk apa saya datang ke Provinsi Lampung? Untuk apa saya datang ke Kabupaten Mesuji? Pertama, kecintaan saya kepada masyarakat Lampung tidak luntur, masih tetap, ujar Joko Widodo di hadapan para kader.
Perjalanan menuju lokasi acara diakui Joko Widodo cukup panjang dan melelahkan.
Ia memulai perjalanan dari kediamannya di Solo tepat setelah menunaikan ibadah Salat Subuh untuk menuju bandara.
Pagi, habis subuh saya meluncur dari rumah ke airport di Solo, tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat melakukan transit selama dua jam di Jakarta sebelum akhirnya melanjutkan penerbangan menuju Lampung.
Dari airport menuju ke Jakarta satu jam, berhenti di Jakarta dua jam nunggu di airport, naik lagi menuju ke Provinsi Lampung. Sampai di sini sudah jam 10 lebih 55, tambahnya.
Selain faktor kedekatan emosional, alasan lain kunjungan tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja DPW PSI Lampung.
Joko Widodo menyoroti keberhasilan partai tersebut dalam merampungkan struktur kepengurusan hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, pencapaian tersebut tergolong istimewa dibandingkan partai politik lain pada umumnya.
Saya ingin memberikan apresiasi, penghargaan, dan penghormatan yang tinggi kepada Ketua Umum, Ketua DPW, Ketua DPD beserta seluruh jajarannya yang telah menyelesaikan struktur partai sampai ke tingkat desa, jelasnya.
Ia membandingkan capaian PSI Lampung dengan partai lain yang rata-rata masih berkutat di angka 40 hingga 60 persen dalam pembentukan struktur.
Di sini sudah hampir 100 persen, tegasnya.
Meski demikian, Joko Widodo mengingatkan agar kelengkapan administrasi tersebut tidak sekadar menjadi formalitas belaka.
Ia menekankan pentingnya bagi seluruh struktur partai untuk aktif bergerak dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di lapangan.
Setelah yang namanya struktur partai komplit sampai ke desa, sekarang pekerjaan berikutnya adalah bagaimana membuat struktur itu hidup dan bekerja, kata dia.
Ia mewanti-wanti agar kader PSI tidak hanya muncul saat momentum pemilihan umum saja.
Bukan pas mau pemilu saja, tetapi harian itu harus dekat dengan kehidupan masyarakat kita sehari-hari, tutupnya.







