Ecozone

Bank Jakarta bangun biodigester komunal di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakut

1
×

Bank Jakarta bangun biodigester komunal di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakut

Sebarkan artikel ini
Bank Jakarta bangun biodigester komunal di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakut
6fc494ff83775ffad5711ce577d10130.jpg

Bank Jakarta akan membangun dua biodigester komunal berbasis sampah organik di Jakarta Utara. Fasilitas ini ditargetkan mengolah hingga 500 kilogram sampah per hari.

Bank Jakarta berencana membangun biodigester komunal berbasis sampah organik di dua lokasi di Jakarta Utara sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah di ibu kota.

Pembangunan biodigester tersebut berada di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara. Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Jakarta.

Groundbreaking pembangunan biodigester dilakukan pada Senin (10/8) di Rusunawa Rorotan. Acara tersebut dihadiri Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan pembangunan biodigester komunal menjadi salah satu bentuk kontribusi perseroan dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, terutama sampah organik.

Teknologi biodigester memungkinkan sampah organik diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan. Selain itu, proses pengolahan menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus.

Olah 500 Kilogram Sampah per Hari

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026. Fokusnya antara lain pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pemanfaatan energi terbarukan.

Secara teknis, setiap biodigester dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit biodigester, kapasitas pengolahan sampah dapat mencapai 500 kilogram per hari.

Dari kapasitas tersebut, kedua biodigester diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Program ini juga diperkirakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program dari berbagai pihak.

“Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” ucap Arie.

Lanjutkan Program Biodigester

Pembangunan biodigester di Rorotan menjadi kelanjutan dari kontribusi Bank Jakarta dalam pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan.

Sebelumnya, Bank Jakarta mendukung pembangunan instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Fasilitas tersebut diresmikan pada November 2025.

“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” imbuhnya.

Melalui program ini, Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dapat semakin diperkuat. Pengolahan sampah dari sumber juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Program tersebut turut mendukung kontribusi Bank Jakarta terhadap sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sebagai financial backbone bagi Jakarta, Bank Jakarta menilai posisinya strategis dalam menghubungkan kebutuhan pembangunan kota dengan solusi keuangan dan ekosistem bisnis.

Bank Jakarta menyatakan akan terus memperkuat peran tersebut melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Langkah ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang sehat sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.