Ecozone

Jalin dan BACenter Kolaborasi Perkuat Sistem Pembayaran Pemerintah yang Inklusif

3
×

Jalin dan BACenter Kolaborasi Perkuat Sistem Pembayaran Pemerintah yang Inklusif

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Jalin Pembayaran Nusantara dan Yayasan BACenter di Jakarta
PT Jalin Pembayaran Nusantara berkolaborasi dengan BACenter untuk memperkuat sistem pembayaran nasional berbasis riset.

Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), entitas di bawah ekosistem Danantara Indonesia, menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Bina Astacita Center (BACenter) pada Minggu (9/8/2026) untuk mengembangkan program serta solusi sistem pembayaran nasional berbasis riset.

Dilansir dari keterangan tertulis perusahaan, kerja sama strategis ini menggabungkan kapabilitas Jalin dalam pengelolaan infrastruktur sistem pembayaran dengan kompetensi BACenter dalam riset ekonomi, analisis kebijakan, dan perumusan rekomendasi strategis.

Sinergi ini bertujuan mendukung berbagai agenda pemerintah, termasuk digitalisasi layanan publik, optimalisasi penerimaan negara, efisiensi belanja pemerintah, penyaluran bantuan sosial, dan perluasan inklusi keuangan.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung transformasi pelayanan publik dan agenda digitalisasi nasional.

Menurut Ario Tejo Bayu Aji, pengembangan sistem pembayaran pemerintah memerlukan pemahaman mendalam mengenai kebutuhan masyarakat, tujuan kebijakan, kesiapan industri, serta dampak ekonomi yang ditargetkan.

“Riset dan kajian kebijakan menjadi fondasi penting agar setiap solusi yang dikembangkan benar-benar tepat sasaran dan dapat diimplementasikan,” kata Ario Tejo Bayu Aji.

Langkah ini selaras dengan semangat transformasi dalam ekosistem Danantara Indonesia guna memperkuat kontribusi badan usaha milik negara terhadap pembangunan nasional.

Sebagai penyedia infrastruktur digital, Jalin terus berperan aktif dalam mendukung integrasi layanan, efisiensi proses bisnis, serta penciptaan nilai tambah bagi negara.

Ketua Dewan Pembina BACenter, Burhanuddin Abdullah, menekankan bahwa sistem pembayaran merupakan bagian dari hajat hidup orang banyak sesuai amanat Pasal 33 ayat (2) UUD 1945.

Burhanuddin Abdullah menambahkan bahwa penguasaan infrastruktur sistem pembayaran oleh negara merupakan sebuah keniscayaan yang harus didasarkan pada data dan bukti empiris.

“Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi yang aplikatif untuk mendukung program pemerintah serta memberikan manfaat konkret bagi masyarakat,” ujar Burhanuddin Abdullah.

Kolaborasi ini berlangsung di tengah tren pertumbuhan pesat transaksi digital yang dicatat oleh Bank Indonesia.

Volume transaksi melalui internet dan mobile banking, BI-FAST, serta BI-RTGS mencapai 16,07 miliar pada semester I 2026, yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 36,88 persen secara tahunan.

Selain itu, volume transaksi QRIS melonjak 100,12 persen pada triwulan II 2026 seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna dan merchant di seluruh Indonesia.

Transaksi QRIS antarnegara juga menunjukkan performa positif dengan mencatatkan nilai net inbound sebesar Rp1,52 triliun pada periode yang sama.

Peningkatan angka-angka tersebut menegaskan posisi strategis sistem pembayaran sebagai penopang utama aktivitas ekonomi dan efektivitas pelayanan publik di masa depan.