Jakarta – Wakil Menteri Perang Amerika Serikat untuk Kebijakan Elbridge Colby dan Asisten Menteri Perang AS untuk Keamanan Indo-Pasifik John Noh memulai rangkaian kunjungan diplomatik ke Filipina, Indonesia, Thailand, dan Kamboja pada Minggu (9/8/2026) guna memperkuat aliansi pertahanan di kawasan Asia Tenggara.
Dilansir dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, delegasi tingkat tinggi ini dijadwalkan melakukan pertemuan dengan mitra sejawat serta sejumlah pejabat senior pemerintah di negara-negara tujuan lawatan tersebut.
“Dalam kunjungan tersebut, mereka akan bertemu dengan mitra sejawat serta pejabat senior lainnya guna memperkuat hubungan bilateral Departemen Perang AS dengan negara-negara di kawasan,” kata pernyataan resmi lembaga tersebut.
“Kunjungan ini menegaskan kembali komitmen Departemen Perang AS untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan di kawasan melalui kekuatan,” ujar pernyataan itu menambahkan.
Agenda utama delegasi AS di Jakarta dijadwalkan mencakup pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
Fokus diskusi dalam pertemuan tersebut diproyeksikan berkaitan dengan penguatan kemitraan strategis di bidang pertahanan, khususnya menyangkut dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya sistematis Washington untuk meningkatkan keterlibatan keamanan di kawasan, yang sebelumnya telah diwujudkan melalui partisipasi dalam latihan militer multinasional Rimpac 2026 di Hawaii pada periode Juni hingga Juli lalu.
Bagi Indonesia, dialog tingkat tinggi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan antara Sjafrie Sjamsoeddin dan John Noh yang telah berlangsung di Jakarta pada Februari 2026.
Materi bahasan dalam rangkaian pertemuan ini juga mencakup evaluasi dan persiapan teknis latihan bersama Super Garuda Shield 2026 yang melibatkan ribuan personel militer dari kedua negara serta sejumlah mitra regional lainnya.
Latihan Super Garuda Shield 2026 yang diselenggarakan di Indonesia dengan dukungan teknis dari AS tersebut tercatat diikuti oleh belasan negara mitra sebagai bentuk kerja sama pertahanan kolektif.
Upaya penguatan hubungan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk merespons tantangan keamanan kontemporer yang berkembang di wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya.
Pihak Departemen Perang AS menyatakan bahwa kehadiran delegasi di empat negara tersebut bertujuan untuk memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga melalui kolaborasi pertahanan yang lebih erat dan terukur.
Rangkaian kunjungan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu mitra kunci bagi AS dalam menjaga keseimbangan kekuatan di wilayah Indo-Pasifik melalui diplomasi pertahanan yang berkelanjutan.
Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pekan depan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan taktis terkait interoperabilitas militer dan pertukaran informasi intelijen strategis.







