Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluncurkan sepuluh buku yang mendokumentasikan perjalanan kebijakan, kepemimpinan, serta transformasi ekonomi Indonesia melalui hilirisasi dan kedaulatan energi pada Jumat (7/8/2026) di The Ballroom at Theater Jakarta.
Dilansir dari rilis resmi, acara tersebut dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran Kabinet Merah Putih, akademisi, serta tokoh nasional untuk membedah karya yang memotret strategi investasi inklusif dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
“Sepak terjang Bahlil Lahadalia bisa menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda,” kata Prabowo Subianto.
“Walaupun dibesarkan dengan kondisi yang sulit, penuh dengan hambatan, tetapi justru membentuk karakter kepemimpinan Bahlil,” ujar Prabowo Subianto.
“Keberanian merupakan syarat menjadi seorang pemimpin, tetapi juga harus ditopang oleh nilai kebaikan dan empati,” tambah Prabowo Subianto.
Karya utama dalam koleksi ini meliputi Tuan di Negeri Sendiri: Navigasi Hilirisasi Berkeadilan, Transformasi Energi Negeri: Resiliensi, Transisi Energi, dan Hilirisasi, serta Investasi Inklusif dan Berkelanjutan: Konsep dan Capaian.
“Bagaimana mungkin kita mau menggaungkan hilirisasi di daerah kemudian yang mendapatkan manfaatnya itu hanya pemerintah pusat dan investor?” kata Bahlil Lahadalia.
“Saya pun mengatakan bahwa itu adalah hilirisasi berbagai instrumen kesejahteraan, tetapi orang daerah harus menjadi tuan di negerinya sendiri,” tegas Bahlil Lahadalia.
Dalam buku Tuan di Negeri Sendiri, Bahlil Lahadalia menekankan bahwa hilirisasi harus memberikan keadilan sosial bagi masyarakat lokal di sekitar kawasan industri.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menilai karya tersebut memiliki otentisitas tinggi karena merefleksikan latar belakang hidup penulisnya.
“Yang membuat buku ini otentik adalah penulisnya,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.
“Pak Bahlil lahir di Seram Timur,” ungkap Luhut Binsar Pandjaitan.
“Ayahnya seorang kuli bangunan, ibunya buruh cuci,” jelas Luhut Binsar Pandjaitan.
“Hari ini menulis buku tentang bagaimana anak-anak seperti dia tidak boleh lagi menjadi penonton di negerinya sendiri,” tambah Luhut Binsar Pandjaitan.
Buku Transformasi Energi Negeri mengulas pentingnya kedaulatan energi sebagai kemampuan negara dalam memproduksi dan memanfaatkan sumber daya untuk kemakmuran rakyat secara realistis.
Data makroekonomi dalam buku Investasi Inklusif dan Berkelanjutan mencatat posisi Indonesia di peringkat ke-18 sebagai negara penerima investasi terbesar di dunia berdasarkan World Investment Report 2024.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan bahwa Bahlil Lahadalia telah membangun fondasi ekonomi yang kokoh selama dua dekade terakhir.
“Saya mengenal Pak Bahlil lebih dari 20 tahun,” kata Rosan Roeslani.
“Saya menyukai cerdiknya, silaturahminya dan pemikirannya ke depan,” ujar Rosan Roeslani.
“Pak Bahlil telah meletakkan fondasi yang sangat kuat untuk investasi negeri ini,” tutur Rosan Roeslani.
Koleksi ini juga mencakup aspek kepemimpinan melalui buku Koboi dari Timur: Jaringan Investasi karya Neneng Herbawati yang menyoroti gaya kepemimpinan visioner.
Buku Bertahan, Berjejaring, Bertindak: Melangkah dari Timur ala Bahlil Lahadalia karya Abdul Rahman Farisi dan Yusran Darmawan mendalami strategi negosiasi dalam menghadapi krisis global.
Dokumentasi pembangunan infrastruktur diabadikan dalam Batang Magnet Investasi yang mengulas sejarah kelahiran Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
Rangkaian literatur ini diharapkan menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dan akademisi dalam memahami arah transformasi industri serta energi nasional di masa depan.







