Berita

Wow! Ternyata Toxic Relationship ada dalam Circle Keluarga

719
×

Wow! Ternyata Toxic Relationship ada dalam Circle Keluarga

Sebarkan artikel ini
Toxic relationship
Foto: internet

FENESIA – Gambaran keluarga yang harmonis pasti menjadi idaman bagi setiap orang. Namun, tidak semua yang beruntung mendapatkan hal tersebut.

Nyatanya banyak kejadian-kejadian yang terjadi di dalam keluarga, justru menjadi sumber trauma bagi anggota keluarga yang lain.

Keluarga toxic mengarah pada, bagaimana orang tua memperlakukan anaknya atau saudara nya yang saling menyakiti satu sama lain. Tindakan tersebut akan merusak fisik, mental, psikologis, dan emosi seorang anak.

Yuk kenali ciri-ciri keluarga toxic!

Didikan Orang Tua yang Sering Mengkritik Anak dengan Keras

Toxic relationship
Ilustrasi kekerasan. Foto: internet

Orang tua hampir tidak pernah memberikan kebebasan kepada anak untuk bertindak. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua dan anggota keluarga lainnya akan mengomentari anak dengan kalimat yang pedas. Orang tua mengekang anak untuk bisa melakukan apa saja yang mereka minta. Sehingga, sang anak akan hidup di bawah tuntutan dari kedua orang tua nya.

Membuat Anggota Keluarga Tidak Nyaman

Toxic relationship
Ilustrasi kekerasan. Foto: internet

Rasa percaya diri seseorang kadang terbentuk dari bagaimana perlakuan dan dukungan keluarga. Namun, ada sebagian anak yang merasa tidak percaya diri untuk melakukan sesuatu. Keluarga cendrung cuek dan tidak mempedulikan anggota keluarga lainnya. Seolah seperti hidup sendiri-sendiri saja.

Jarang Mengapresiasi

Toxic relationship
Ilustrasi keluarga. Foto: internet

Terkadang pujian yang diberikan oleh keluarga terhadap anak, akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pribadinya. Karna anak akan merasa diri nya dihargai dan diakui ditengah keluarga. Tapi sangat disayangkan sekali, masih ada sebagian orang yang tidak peduli dengan pencapaian yang diperoleh anggota keluarga yang lain.

Kebutuhan Dasar Tidak Terpenuhi

Toxic relationship
Ilustrasi keluarga. Foto: internet

Kebutuhan itu bukan hanya soal makan dan pakaian. Namun, juga termasuk pendidikan, kamar untuk ditempati, dan rasa aman. Apabila ada salah satu yang tidak terpenuhi, anak akan merasa hak yang mereka dapti tidak sesuai dan merasa terancam karna tidak ada perlindungan dari anggota keluarga.

Adanya Kekerasan Verbal  dan Fisik

Toxic relationship
Ilustrasi kekerasan. Foto: internet

Siapa bilang kata-kata kasar itu tidak termasuk ke dalam kekerasan? Hal ini tidak benar, karna kata kasar juga termasuk dalam kekerasan verbal. Seseorang akan merasa terancam dan tidak nyaman, ketika anggota keluarga nya yang lain mengucapkan kalimat-kalimat tak pantas. Namun, juga ada yang mengalami kekerasan fisik. Tidak bisa dipungkiri, masih ada mereka yang tega menyiksa bahkan menghabisi nyawa keluarga nya sendiri.

So, ketika kamu punya problem dengan keluarga coba bicarakan dengan kepala dingin dan mencoba untuk lebih baik lagi semua!