Ecozone

IHSG Ditutup Melemah ke 6.370,68 di Tengah Isu Badan Ekspor

78
×

IHSG Ditutup Melemah ke 6.370,68 di Tengah Isu Badan Ekspor

Sebarkan artikel ini
81b11e1fca864241db67c12c01583209.jpg
81b11e1fca864241db67c12c01583209.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam pada perdagangan Selasa (19/5), melemah 228,56 poin atau 3,46 persen ke level 6.370,68. Aksi jual masif ini dipicu oleh kecemasan investor terhadap wacana pemerintah membentuk badan khusus yang akan mengendalikan ekspor komoditas strategis.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengungkapkan bahwa rumor pembentukan badan khusus tersebut memicu kekhawatiran pasar terkait intervensi harga. Sektor-sektor yang terdampak komoditas, seperti batu bara, Crude Palm Oil (CPO), dan mineral logam, menjadi sorotan utama karena dinilai berpotensi menekan marjin laba perusahaan.

Tekanan pada IHSG terlihat merata di seluruh sektor. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor mengalami pelemahan. Sektor barang baku mencatatkan koreksi paling dalam sebesar 7,54 persen, disusul oleh sektor energi sebesar 6,89 persen serta sektor transportasi dan logistik sebesar 6,60 persen.

Selain sentimen komoditas, pasar saat ini sedang dalam posisi wait and see menunggu dua agenda ekonomi besar. Pertama, pelaku pasar mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen guna menjaga stabilitas rupiah.

Kedua, investor mencermati rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR pada Rabu (20/5). Presiden dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027, sebuah langkah yang dinilai krusial karena dilakukan langsung oleh kepala negara.

Secara teknis, perdagangan hari ini mencatatkan transaksi sebesar Rp25,80 triliun dengan volume 46,07 miliar lembar saham. Sebanyak 612 saham tercatat memerah, sementara hanya 112 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 94 saham stagnan.

Di tengah pelemahan domestik, pergerakan bursa saham regional Asia bervariasi. Indeks Nikkei terpantau melemah 0,12 persen, sementara indeks Hang Seng, Shanghai, dan Straits Times justru bergerak menguat di tengah dinamika pasar global yang masih fluktuatif.