Ecozone

Rosan Roeslani Nilai Saham Perbankan Indonesia Masih Undervalued Bagi Investor

12
×

Rosan Roeslani Nilai Saham Perbankan Indonesia Masih Undervalued Bagi Investor

Sebarkan artikel ini
e4b46c38f28cc80ef8c538e648a935ac.jpg
e4b46c38f28cc80ef8c538e648a935ac.jpg

Jakarta – CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melirik saham sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai harga saham perbankan domestik saat ini masih berada di level undervalued atau di bawah harga wajar dengan nilai Price to Book Value (PBV) yang tercatat masih di bawah 1 kali.

Menurut Rosan, dalam kondisi pasar yang normal, valuasi saham perbankan seharusnya mampu bergerak di kisaran 2 hingga 3 kali PBV. Oleh karena itu, ia meyakini terdapat potensi keuntungan atau upside yang signifikan bagi para investor yang masuk ke pasar modal saat ini.

Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami fluktuasi, Rosan menegaskan bahwa fundamental emiten di Indonesia tetap solid. Ia menekankan bahwa volatilitas harga di pasar saham adalah hal yang wajar dan tidak mengganggu daya tarik imbal hasil yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan di bursa.

Keyakinan Rosan terhadap prospek pasar modal diperkuat dengan pertumbuhan jumlah investor ritel yang sangat pesat. Hingga saat ini, jumlah investor ritel telah mencapai 26 hingga 27 juta pihak, melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 20 juta.

Ia menilai penambahan sekitar 6 juta investor baru tersebut merupakan cerminan dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap masa depan pasar modal Indonesia. Pertumbuhan ini dianggap sebagai bukti logis bahwa pasar domestik memiliki prospek yang menjanjikan bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Keberhasilan peningkatan jumlah investor ini tidak terlepas dari masifnya upaya edukasi yang dilakukan oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Edukasi tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan muda, untuk memahami bahwa investasi saham adalah instrumen yang tepat guna mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan imbal hasil yang optimal.

Pernyataan ini disampaikan Rosan dalam kunjungan kerjanya bersama jajaran pejabat Danantara ke Gedung BEI pada Selasa (19/5). Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta jajaran direksi BEI.

Adapun pada perdagangan Selasa (19/5), IHSG sempat ditutup melemah 3,08 persen ke posisi 6.396,27. Meski demikian, Rosan tetap optimistis bahwa fundamental perusahaan yang kuat akan menjadi jangkar bagi ketahanan pasar modal Indonesia ke depannya.

ba1f0d2b59dd4b6c9d8c4ec918fefd63.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menembus level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat (AS), mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Di tengah tekanan terhadap mata uang domestik tersebut, sejumlah aset kripto alternatif (altcoin) justru mencatat penguatan signifikan. Baca Juga: Melihat Arah Saham CPO dan Batubara di tengah Rumor Badan Ekspor Komoditas Berdasarkan data CoinGecko,…

a1416c131a7b1b0db9ff437599c32139.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Peta kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berubah drastis dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sempat dikuasai saham konglomerasi, posisi saham dengan market cap terbesar kini kembali ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Per Selasa (19/5/2026), tidak ada lagi saham di BEI yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 1.000 triliun. Padahal pada penutupan 2025, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)…