FeedSport

UEFA Pertimbangkan Voting Larangan Israel dari Kompetisi Internasional.

84
×

UEFA Pertimbangkan Voting Larangan Israel dari Kompetisi Internasional.

Sebarkan artikel ini
63e0e6a5ee1ab0646c9bc9821708a680.jpg
63e0e6a5ee1ab0646c9bc9821708a680.jpg

Nyon – Badan Sepak Bola Eropa, UEFA, bersiap menggelar pemungutan suara mengenai larangan partisipasi Israel dalam kompetisi internasional. Langkah ini diambil menyusul tuduhan genosida yang terjadi di Gaza.

Laporan yang beredar mengindikasikan bahwa mayoritas dari 20 anggota komite eksekutif UEFA diperkirakan akan mendukung pemungutan suara tersebut. Jika disahkan, keputusan ini akan berujung pada penangguhan Tim Nasional dan klub-klub asal Israel dari seluruh ajang internasional.

Larangan ini akan berdampak signifikan, termasuk pada kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam dua pekan mendatang, Timnas Israel sendiri dijadwalkan akan melanjutkan kualifikasi zona Eropa dengan menghadapi Norwegia dan Italia.

Situasi Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA, masih belum jelas apakah akan mengikuti langkah UEFA. FIFA berada dalam posisi yang lebih rumit, terutama karena hubungan dekat antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan mantan Presiden AS Donald Trump, yang turut membantu diplomasi dan dukungan untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Departemen Luar Negeri AS juga telah secara tegas menyatakan sikap untuk menghentikan segala upaya yang bertujuan melarang Israel tampil di Piala Dunia.

Rencana UEFA ini muncul di tengah meningkatnya desakan global untuk mengeluarkan Israel dari ajang olahraga internasional. Kritik tajam terhadap dampak kemanusiaan akibat tindakan Israel yang membombardir Gaza dan memblokir pasokan bantuan makanan ke wilayah Palestina menjadi alasan utama seruan tersebut.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez bahkan secara terbuka menilai bahwa Israel seharusnya dilarang tampil dari ajang olahraga internasional. Sanksi ini, menurutnya, harus setara dengan sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia pasca-invasi ke Ukraina pada tahun 2022.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya juga telah memberikan sinyal sikap keras terhadap Israel. Hal ini terlihat pada pertandingan Piala Super Eropa di Udine bulan lalu, di mana sejumlah spanduk bertuliskan “Stop Killing Children” dan “Stop Killing Civilians” terbentang di lapangan.

Di sisi lain, Israel terus berupaya keras melobi agar UEFA tidak mendepaknya dari kompetisi. Menteri Olahraga dan Kebudayaan Israel Miki Zohar mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Federasi Sepak Bola Israel Moshe Zuares tengah bekerja intensif di balik layar untuk menggagalkan upaya tersebut.

UEFA menghadapi dilema besar. Meskipun belum ada tim Eropa yang secara resmi menolak untuk bertanding melawan Israel, federasi sepak bola Norwegia dan Italia telah secara terbuka menyatakan ketidaknyamanan mereka. Federasi Sepak Bola Norwegia bahkan telah berjanji akan menyumbangkan seluruh hasil penjualan tiket laga kontra Israel pada 11 Oktober di Oslo untuk mendukung bantuan kemanusiaan di Gaza melalui LSM Doctors Without Borders.