Oslo, Fenesia.com – Striker andalan Manchester City, Erling Haaland, telah mengubah standar kebugaran atlet sepak bola profesional melalui disiplin diet ekstrem dan rutinitas latihan yang terukur.
Pemain berusia 26 tahun ini kini menjadi sorotan dunia tidak hanya karena ketajamannya di depan gawang, tetapi juga karena transformasi fisik drastis yang ia alami selama beberapa musim terakhir.
Haaland berhasil meningkatkan massa ototnya secara signifikan, dengan berat badan yang naik dari 86 kilogram menjadi 94 kilogram. Ia menegaskan bahwa penambahan berat tersebut adalah massa otot murni yang menunjang kecepatan dan kekuatannya di lapangan hijau.
“Saya telah menjadi kuat. Saya menjadi lebih cepat, itu salah satu hal terpenting. Berat badan saya naik dari 86 kg menjadi 94 kg, tapi itu bukan perut buncit karena bir, melainkan massa otot yang besar. Saya sangat memperhatikan apa yang saya makan,” ujar Haaland dikutip dari wawancara dengan Diario AS.
Pola makan pemain asal Norwegia ini menjadi salah satu aspek yang paling sering diperdebatkan oleh para ahli gizi. Haaland mengonsumsi sekitar 6.000 kalori setiap hari—tiga kali lipat dari kebutuhan pria dewasa normal—dengan fokus pada makanan “leluhur” seperti jantung sapi, hati sapi, steak Tomahawk, serta susu segar yang tidak dipasteurisasi.
Dalam film dokumenter pribadinya, Haaland: The Big Decision, ia menekankan bahwa pemilihan bahan makanan lokal dan berkualitas adalah prioritas utama. Menurutnya, terdapat perbedaan fundamental antara daging olahan cepat saji dengan sapi yang dipelihara secara alami di peternakan lokal dengan pakan rumput.
“Anda tidak makan ini, tetapi saya peduli dengan menjaga kesehatan tubuh saya. Saya pikir makan makanan berkualitas yang sebisa mungkin berasal dari daerah setempat adalah yang terpenting. Atau sapi lokal yang makan rumput di sana? Saya makan jantung dan hatinya,” ungkap Haaland dalam dokumenter tersebut.
Meskipun menu jeroan tersebut kaya akan zat besi, riboflavin, dan vitamin B12, para ahli nutrisi tetap mengeluarkan peringatan keras. Konsumsi produk susu dan daging yang tidak melalui proses pemanasan sempurna menyimpan risiko kesehatan, seperti infeksi parasit, sehingga masyarakat umum diminta untuk tidak meniru pola makan tersebut tanpa pengawasan medis profesional.
Selain nutrisi, disiplin latihan fisik Haaland juga tergolong sangat intensif. Mantan pelatihnya di RB Salzburg, Stanislav Macek, dalam laporan Goal.com menyebutkan bahwa sang striker rutin melakukan 300 push-up dan 1.000 sit-up setiap hari. Latihan ini dipadukan dengan sesi lari cepat menanjak dan latihan beban yang dirancang khusus oleh ayahnya, Alfie Haaland.
Untuk mendukung mobilitasnya, Haaland bekerja sama dengan fisioterapis Mario Pafundi guna meningkatkan fleksibilitas pinggul. Hal ini memungkinkannya mencetak gol dari sudut-sudut sulit melalui gerakan akrobatik yang membutuhkan kelenturan tinggi.
Proses pemulihan fisik juga menjadi prioritas investasi bagi pemain yang membantu Norwegia lolos ke Piala Dunia 2026 ini. Haaland dilaporkan memiliki ruang krioterapi senilai £50.000 di kediamannya, selain rutin melakukan terapi cahaya merah, sauna, serta meditasi untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas tidur.
Ia menerapkan aturan ketat untuk menghindari paparan cahaya biru dari gawai sebelum pukul 10 malam demi menjaga ritme sirkadian tubuh. Kedisiplinan total ini menjadikan Haaland salah satu atlet paling efisien dan mematikan di dunia sepak bola modern saat ini.







