FeedSport

Kroasia Pertanyakan Keputusan Wasit Usai Gol Gvardiol Dianulir Kontra Portugal

232
×

Kroasia Pertanyakan Keputusan Wasit Usai Gol Gvardiol Dianulir Kontra Portugal

Sebarkan artikel ini
0d7d846a4e3700b1946d1233028bf0ad.jpg
0d7d846a4e3700b1946d1233028bf0ad.jpg

Toronto – Langkah Kroasia di ajang Piala Dunia 2026 resmi terhenti setelah menelan kekalahan dramatis 1-2 dari Portugal pada babak 32 besar.

Pertandingan yang berlangsung di Toronto Stadium, Kanada, pada Jumat (3/7/2026) pagi WIB tersebut menjadi akhir perjalanan bagi tim berjuluk Vatreni.

Kroasia sebenarnya sempat tampil dominan dan membuka keunggulan terlebih dahulu melalui aksi Ivan Perisic pada menit ke-53.

Gol tersebut lahir dari skema serangan terukur setelah Perisic memaksimalkan umpan matang yang dilepaskan oleh Josip Stanisic.

Namun, keunggulan satu gol tersebut tidak mampu dipertahankan oleh anak asuh Zlatko Dalic hingga peluit panjang dibunyikan.

Portugal berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Cristiano Ronaldo pada menit ke-68.

Tekanan Portugal yang terus meningkat akhirnya membuahkan hasil saat Goncalo Ramos mencetak gol penentu kemenangan pada masa injury time.

Hasil ini memastikan Portugal melaju ke babak 16 besar, sementara Kroasia harus angkat koper lebih awal dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.

Selepas pertandingan, pelatih Kroasia Zlatko Dalic memberikan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit asal Norwegia, Espen Eskas.

Dalic merasa beberapa keputusan krusial wasit sepanjang pertandingan merugikan kubu Kroasia.

Salah satu momen yang disoroti adalah dianulirnya gol Josko Gvardiol yang sempat dianggap sebagai penyama kedudukan.

Wasit memutuskan membatalkan gol tersebut karena Igor Matanovic dinilai berada dalam posisi offside sebelum memberikan operan.

“Saya tidak ingin banyak mengomentari hal ini, tetapi menurut saya performa wasit memang kurang baik,” ujar Zlatko.

“Hampir tidak ada keputusan yang berpihak kepada kami, baik dalam pelanggaran maupun situasi lainnya,” lanjutnya.

Meskipun merasa dirugikan, sang pelatih tetap menunjukkan sikap kesatria dengan menanggung beban kekalahan tersebut.

“Namun, itu bukan penyebab utama kami kalah. Terlepas dari penilaian saya terhadap wasit, hasil pertandingan tetap menjadi tanggung jawab saya,” tegas Zlatko.

Kekalahan ini menjadi catatan minor bagi Kroasia mengingat prestasi mereka pada edisi sebelumnya.

Pada Piala Dunia 2022, Kroasia sukses mencatatkan diri sebagai peringkat ketiga setelah mengalahkan Maroko dengan skor 2-1.

Kegagalan di Kanada ini sekaligus menjadi alarm keras bagi tim untuk segera melakukan perombakan skuad.

Tim saat ini dinilai terlalu bergantung pada pemain senior seperti Luka Modric, Ivan Perisic, Andrej Kramaric, hingga Mateo Kovacic.

Regenerasi pemain menjadi agenda krusial bagi federasi sepak bola Kroasia demi menjaga daya saing di pentas internasional ke depan.

Kekalahan ini menutup asa Kroasia untuk mengulang kejayaan edisi-edisi sebelumnya di panggung global.

irwansyah
FeedSport

Ringkasan Berita: Irwansyah kembali menjadi sorotan berkat kesuksesannya menangani para pemain tunggal India Pekan lalu, pelatih asal Indonesia itu berhasil membawa PV Sindhu menjuarai Japan Open 2026 Super 750 Terbaru, ia mendampingi Ayush Shetty saat mengalahkan Alwi Farhan di babak 32 besar China Open 2026 Super 1000 TRIBUNNEWS.COM – Pelatih bulu tangkis Indonesia, Irwansyah, kembali menjadi sorotan setelah sukses menunjukkan kualitas…

sikat-fluminense,-chelsea-masuk-final-piala-dunia-antarklub-2025
FeedSport

Ringkasan Berita: Chelsea dekati Morgan Rogers. Winger Aston Villa itu dikabarkan segera bergabung ke Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas 2026. Lanjutkan pola transfer. Jika resmi direkrut, Rogers menjadi jebolan akademi Manchester City kelima yang diboyong Chelsea setelah Cole Palmer, Romeo Lavia, Liam Delap, dan Jamie Gittens. Chelsea ubah strategi. The Blues kini tak hanya memburu talenta muda, tetapi juga pemain yang siap memberi…