Philadelphia – Timnas Paraguay menghadapi ujian berat dalam misi mereka mencetak sejarah di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Skuad asuhan Gustavo Alfaro dijadwalkan menantang salah satu kandidat kuat juara, Prancis, di Lincoln Financial Field, Amerika Serikat, pada Minggu, 5 Juli 2026, pukul 04.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi sorotan utama mengingat status Paraguay sebagai tim kuda hitam yang baru saja menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti 4-3.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata transformasi Paraguay di bawah komando Gustavo Alfaro.
Sempat terpuruk dengan kekalahan 1-4 dari Amerika Serikat di laga pembuka, Paraguay kini tampil sebagai tim yang sangat sulit ditembus oleh lawan.
Statistik menunjukkan peningkatan performa yang impresif, di mana Paraguay hanya menderita lima kekalahan dalam 23 pertandingan internasional terakhir di berbagai ajang.
Namun, tantangan di depan mata tergolong sangat besar karena Prancis merupakan tim dengan performa paling stabil di turnamen ini.
Les Bleus menjadi salah satu dari tiga tim yang berhasil menyapu bersih seluruh kemenangan di fase grup hingga babak 32 besar.
Selain dominan dalam hasil pertandingan, Prancis juga tercatat sebagai tim paling produktif dengan koleksi 12 gol sejauh ini.
Lini serang yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Paraguay.
Mbappe kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai predator ulung dengan mencetak dua gol saat Prancis menaklukkan Swedia 3-0 di babak sebelumnya.
Kreativitas Prancis juga didukung oleh performa gemilang Michael Olise yang telah mengumpulkan lima assist sepanjang turnamen ini.
Di kubu Paraguay, pelatih Gustavo Alfaro harus memutar otak terkait komposisi lini belakang.
Bek utama Omar Alderete kemungkinan besar masih harus absen karena belum pulih sepenuhnya dari cedera lutut.
Jose Canale diprediksi akan kembali mengisi posisi tersebut setelah tampil solid saat menahan gempuran Jerman.
Kabar positif datang dari lini tengah dengan kembalinya Diego Gomez yang telah menyelesaikan hukuman akumulasi kartu.
Secara historis, rekor pertemuan memang tidak berpihak kepada Paraguay.
Dalam lima pertemuan terakhir melawan Prancis, Paraguay belum pernah sekalipun meraih kemenangan dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan.
Salah satu memori pahit terjadi di Piala Dunia 1998, ketika gol emas Laurent Blanc pada menit ke-114 menggagalkan langkah Paraguay di babak 16 besar.
Meski demikian, mentalitas bertanding tim asuhan Gustavo Alfaro sedang berada di puncak setelah keberhasilan mereka menyingkirkan raksasa Eropa di babak sebelumnya.
Bagi Didier Deschamps, pertandingan ini juga menjadi momen krusial untuk memperpanjang rekor kemenangan pribadinya sebagai pelatih di panggung Piala Dunia.
Dengan kedalaman skuad dan kualitas individu yang dimiliki, Prancis diunggulkan untuk mendominasi jalannya pertandingan.
Prediksi skor akhir untuk laga ini adalah 1-3 untuk kemenangan Prancis, meskipun Paraguay dipastikan akan memberikan perlawanan sengit sepanjang 90 menit pertandingan.







