BeritaEkonomi

DPR Semprot Kinerja Agrinas Palma Nusantara yang Anjlok Hingga 57 Persen

15
×

DPR Semprot Kinerja Agrinas Palma Nusantara yang Anjlok Hingga 57 Persen

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, melayangkan kritik keras terhadap PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) terkait adanya jurang pemisah yang lebar antara target dan realisasi kinerja. Ia menilai kesenjangan pada aspek operasional maupun finansial tersebut berpotensi mengancam reputasi perusahaan jika tidak segera dibenahi.

Sorotan tersebut disampaikan Rahmat dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2026). Rahmat menegaskan bahwa persoalan ini menuntut penyelesaian segera agar tidak menjadi beban bagi manajemen di masa depan.

Dalam forum tersebut, Rahmat membeberkan realisasi capaian perusahaan yang dinilai jauh dari harapan. Ia mencatat perusahaan mengalami defisit Tandan Buah Segar (TBS) hingga 40 persen, sementara utilitas pabrik kelapa sawit berada di angka 80 persen.

Kinerja keuangan perseroan pun turut menjadi perhatian. Pendapatan yang terealisasi hanya menyentuh angka Rp1,833 miliar, terpaut jauh dari target sebesar Rp5,480 miliar, yang mencerminkan defisit mencapai 57 persen.

Menurut Rahmat, selisih angka yang signifikan tersebut mengindikasikan adanya permasalahan fundamental dalam tata kelola perusahaan. Ia mempertanyakan apakah kendala tersebut bersumber dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang kurang realistis atau akibat lemahnya eksekusi di lapangan.

“Saya tidak tahu di mana letak kesalahannya, apakah pada perencanaan RKP atau pengelolaan perusahaan. Namun, kedua hal tersebut merupakan tanggung jawab manajemen,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, masyarakat menaruh harapan besar agar badan usaha milik negara dapat menunjukkan kinerja yang transparan dan realistis.

Rahmat pun mengingatkan manajemen agar tidak menetapkan target yang terlalu ambisius apabila tidak dibarengi dengan kemampuan realisasi. Ia menegaskan bahwa publik membutuhkan kontribusi nyata serta keuntungan riil dari setiap BUMN.

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…