Politik

Prabowo Ungkap Identitas Pihak di Balik Aksi Unjuk Rasa

23
×

Prabowo Ungkap Identitas Pihak di Balik Aksi Unjuk Rasa

Sebarkan artikel ini
051687a89952b2542216b97da75078f6.jpg
051687a89952b2542216b97da75078f6.jpg

Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan bahwa dirinya memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang mendanai aksi demonstrasi terhadap pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya pada acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6).

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyoroti adanya kelompok yang selama ini memperoleh keuntungan melalui praktik korupsi dan penyalahgunaan uang negara.

Ia menyebut kelompok tersebut kerap menampilkan citra diri yang sopan dan seolah-olah memiliki kekayaan sah.

Padahal, menurut Prabowo, harta yang mereka miliki bersumber dari hasil yang merugikan kepentingan rakyat banyak.

“Gue kenal itu semua itu, mereka gak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti. Saudara-saudara sekalian, hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo,” ujar Prabowo sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden menilai bahwa sebagian peserta aksi tidak selalu memahami substansi atau tujuan dari demonstrasi yang mereka ikuti.

Ia bahkan menyinggung adanya temuan bahwa sejumlah peserta demonstrasi turun ke jalan karena menerima imbalan uang.

“Ditanya demonya gak ngerti. Mau demo apa ya? Kami dibayar 200 ribu. Tapi ada, saya gak mengerti,” tambah Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memandang negara sebagai sebuah kesatuan tim yang sedang berkompetisi dengan negara lain di kancah global.

Ia menekankan bahwa seluruh elemen bangsa seharusnya memberikan dukungan penuh terhadap negara di tengah ketatnya persaingan internasional.

Menurut Prabowo, masyarakat perlu memberikan dukungan kepada pemerintah meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan tertentu.

Ia berpendapat bahwa kritik dan evaluasi yang membangun sebaiknya disampaikan setelah suatu proses pekerjaan atau kebijakan selesai dijalankan.

“Kalau kita di dalam pertandingan, kita jadi supporter yang mendukung satu tim. Negara kita ini lagi bersaing dengan banyak negara, harusnya bangsa ini kompak,” tegasnya.

Prabowo mengibaratkan kondisi bernegara seperti sebuah tim olahraga yang sedang bertanding.

Jika terdapat kekurangan atau performa yang kurang maksimal, dukungan dari pendukung atau masyarakat tetap diperlukan.

“Kalau ada yang kurang, temen yang kurang, tim kita lagi mainnya kurang bagus, ya tetap di support. Nanti begitu sudah selesai pertandingan baru dikoreksi,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pernyataan Presiden Prabowo tersebut menjadi perhatian publik terkait dinamika politik dan partisipasi masyarakat dalam menyikapi kebijakan pemerintah di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Pemerintah terus menekankan pentingnya stabilitas nasional guna memastikan program-program strategis, khususnya di sektor pertanian dan kelautan, dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat luas.