Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Mesir pada Ahad malam, 12 Oktober 2025, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian Gaza. Pertemuan penting yang berlokasi di Sharm el-Sheikh ini akan dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa undangan untuk KTT perdamaian Gaza diterima secara mendadak pada Sabtu, 11 Oktober 2025. “Undangan tersebut betul-betul memohon kesediaan kehadiran dari Bapak Presiden Prabowo karena itu bagian dari kelanjutan perundingan yang semoga, Insyaallah, itu bisa membawa perdamaian di Palestina, terutama di Gaza,” kata Prasetyo usai rapat di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, 12 Oktober 2025.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya semua pihak menjaga hubungan baik, sehingga beliau memutuskan untuk memenuhi undangan tersebut. Namun, pemerintah belum menerima informasi apakah akan ada perjanjian yang ditandatangani dalam KTT yang rencananya akan berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2025.
Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza. Selain itu, KTT ini juga akan meningkatkan upaya mencapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, serta mengawali era baru keamanan dan stabilitas regional. Pertemuan ini akan melibatkan para pemimpin dari 20 negara.
Sejumlah pemimpin dunia telah mengonfirmasi kehadiran mereka, di antaranya Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Pedro Sanchez dari Spanyol, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kendati demikian, belum ada kejelasan mengenai kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atau perwakilan kelompok Palestina Hamas.







