Berita

XLSmart Tiadakan Pembagian Dividen Akibat Beban Integrasi Pasca Merger Perusahaan

10
×

XLSmart Tiadakan Pembagian Dividen Akibat Beban Integrasi Pasca Merger Perusahaan

Sebarkan artikel ini
tak-bagi-dividen-tahun-ini,-xlsmart-ungkap-alasannya
tak bagi dividen tahun ini, xlsmart ungkap alasannya

Jakarta – XLSmart memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para investor tahun ini. Langkah ini diambil menyusul tercatatnya kerugian perusahaan sepanjang 2025 yang dipicu oleh proses penggabungan usaha atau merger antara XL dan Smartfren.

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, menjelaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan pada 2025 memang menunjukkan angka kerugian dalam pembukuan. Hal tersebut membuat manajemen tidak dapat merealisasikan pembagian dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (20/5).

“Di tahun 2025, XLSmart di bukunya mendapatkan kerugian. Makanya tahun 2026 ini, untuk ada RUPST yang kita lakukan, kita tidak bisa memberikan dividen. Mohon maaf kepada stakeholders kita sampaikan kita tidak bisa memberikan dividen,” ujar Antony.

Meski demikian, Antony menegaskan bahwa perusahaan sejatinya telah membagikan dividen spesial pada periode November hingga Desember 2025 dengan nilai mencapai Rp3 triliun. Dengan begitu, perusahaan sebenarnya telah menyetorkan dividen sebanyak dua kali pada periode tahun tersebut.

Terkait penyebab kerugian, Antony memaparkan bahwa faktor utamanya adalah biaya integrasi serta percepatan depresiasi aset akibat proses merger. Ia mengungkapkan, percepatan depresiasi ini mencakup perangkat jaringan milik XL yang tidak lagi dapat digunakan pasca-merger.

Perangkat yang seharusnya disusutkan secara bertahap, kini harus diakumulasikan dalam pembukuan 2025 dengan nilai aset mencapai hampir Rp5 triliun.

“Angka yang besar ini membuat, di atas kertas, perusahaan tampak merugi, meskipun secara operasional kinerjanya sehat,” imbuh Antony. Ia mencontohkan pengembalian spektrum 900 MHz milik XL kepada pemerintah setelah merger menjadi salah satu pemicu besarnya angka depresiasi tersebut.

Kendati tertekan beban satu kali atau one-off tersebut, Antony memastikan kinerja XLSmart pada 2025 tetap solid jika dinormalisasi. Data perusahaan mencatat pendapatan tahun 2025 mencapai Rp42,49 triliun, tumbuh 23 persen secara tahunan.

Selain itu, EBITDA yang dinormalisasi tercatat sebesar Rp20,14 triliun atau tumbuh 13 persen, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp3,00 triliun dengan pertumbuhan 63 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh sinergi pasca-merger yang meningkatkan efisiensi operasional.

Sepanjang kuartal II hingga kuartal IV 2025, perusahaan berhasil mencatatkan pencapaian sinergi sebesar US$252 juta. Hingga akhir tahun lalu, sekitar 70 persen site jaringan dilaporkan telah terintegrasi, dengan fokus ke depan memperluas jangkauan layanan 5G yang kini sudah tersedia di 43 kota dan kabupaten.