New York – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan pergerakan bervariasi pada pembukaan perdagangan Rabu (20/5/2026), dengan fokus investor tertuju pada antisipasi laporan keuangan Nvidia. Saham sektor semikonduktor menjadi motor penggerak utama penguatan indeks S&P 500 dan Nasdaq.
Indeks S&P 500 terpantau naik 15,6 poin atau 0,21 persen ke posisi 7.369,19, sementara Nasdaq Composite menguat 120,8 poin atau 0,47 persen ke level 25.991,509. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average justru melemah tipis 15 poin atau 0,03 persen ke level 49.348,83.
Saham NVIDIA Corporation memimpin sentimen pasar dengan kenaikan 1,7 persen pada sesi pra-pasar. Investor menaruh harapan besar pada hasil kinerja kuartalan perusahaan tersebut sebagai tolok ukur utama ketahanan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Analis IG Group, Chris Beauchamp, menyebut bahwa pasar masih memiliki potensi untuk melanjutkan reli jika Nvidia mampu melampaui ekspektasi laba. Optimisme ini menular ke saham chip lainnya, di mana Marvell Technology melonjak 4,7 persen, Intel naik 4,8 persen, dan Micron Technology menguat 3,4 persen.
Di sisi lain, kekhawatiran mengenai arah kebijakan moneter The Fed masih membayangi pergerakan pasar. Pelaku pasar kini mulai mewaspadai potensi kenaikan suku bunga pada akhir tahun seiring meningkatnya tekanan inflasi dari harga minyak dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang kini diperkirakan mencapai 40 persen. Selain itu, peluang kenaikan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin juga tercatat meningkat menjadi 13,7 persen.
Pasar saat ini menanti rilis risalah rapat terbaru dari bank sentral AS untuk mendapatkan petunjuk lebih konkret mengenai kebijakan suku bunga ke depan. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi 16 bulan di 4,687 persen sebelum akhirnya melandai ke level 4,635 persen.
Sementara itu, sentimen positif juga datang dari sektor ritel. Saham TJX Companies naik 3,5 persen setelah perusahaan meningkatkan proyeksi penjualan tahunan, diikuti oleh Target yang menguat 1,5 persen. Namun, saham Lowe’s justru tertekan turun 2 persen setelah mempertahankan target kinerja tahunannya.







