Jakarta – Industri animasi Indonesia mencatatkan kinerja gemilang dengan total pendapatan studio mencapai Rp 798 miliar pada 2025. Angka tersebut melonjak sebesar 54,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menandai pemulihan signifikan setelah sempat mengalami penurunan pada 2024.
Data tersebut tertuang dalam Indonesia Animation Report 2026 yang dirilis pada Selasa, 19 Mei 2026. Laporan ini melibatkan riset terhadap 262 studio animasi dengan total 3.448 tenaga kerja. Secara rata-rata, industri ini tumbuh 15,6 persen dalam rentang waktu 2015 hingga 2025.
Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), Daryl Wilson, mengungkapkan bahwa tren bisnis animasi nasional kini mulai bergeser ke arah yang lebih sehat. Jika sebelumnya pendapatan didominasi oleh jasa produksi, kini pendapatan dari lisensi Intellectual Property (IP) menunjukkan pertumbuhan pesat hingga 279,53 persen pada 2025.
Daryl menyebut lonjakan pendapatan lisensi IP ini sangat dipengaruhi oleh kesuksesan film animasi Jumbo yang dirilis pada 31 Maret 2025 dengan capaian lebih dari 10,2 juta penonton. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kreator lokal mulai mampu mengelola model bisnis IP dengan mandiri.
Sebelumnya, industri animasi sempat terpukul dengan penurunan pendapatan dari Rp 764 miliar pada 2023 menjadi Rp 516 miliar pada 2024. Daryl menjelaskan kondisi tersebut merupakan efek samping pandemi Covid-19 yang menyebabkan minimnya proyek animasi luar negeri masuk ke Indonesia. Namun, dampak positif dari perbaikan iklim industri baru terasa nyata di tahun 2025.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengamini potensi besar bisnis IP bagi ekonomi nasional. Menurutnya, kesuksesan karakter film seperti Jumbo yang diaplikasikan pada berbagai produk komersial, seperti perlengkapan sekolah hasil kolaborasi dengan Kiky Stationery, menunjukkan efektivitas monetisasi kreatif.
Riefky menegaskan bahwa karya animator lokal saat ini sudah sangat kompetitif. Ia bahkan menyebut bisnis IP sebagai the new mining atau tambang baru yang potensial menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pembuka lapangan kerja baru yang luas.






