Jakarta – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyatakan bahwa penentang program makan bergizi gratis (MBG) sama dengan menentang HAM.
Pernyataan itu disampaikan saat jumpa pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Jumat.
Pigai merespons insiden teror yang dialami Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, usai mengkritik kebijakan pemerintah.
Tiyo sebelumnya mengkritik program MBG dalam surat kepada UNICEF. Ia menyoroti pembiayaan MBG yang dinilai mengesampingkan prioritas anggaran untuk mengatasi ketidaksetaraan.
Kritik itu didasari oleh peristiwa seorang siswa SD di NTT yang diduga bunuh diri karena masalah ekonomi.
Menurut Pigai, program seperti MBG, cek kesehatan gratis, Sekolah Rakyat, kampung nelayan, dan swasembada pangan adalah upaya negara memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Maka orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan gratis sekolah rakyat, koperasi merah putih, adalah orang yang menentang HAM,” tegasnya.
Presiden Prabowo, lanjutnya, telah menegaskan bahwa kekuasaan adalah milik rakyat, yang tercermin dalam program-program prioritas pemerintah.
Ia menambahkan, kritik untuk perbaikan diperbolehkan dalam demokrasi. Namun, ia menyayangkan kritik yang berujung pada peniadaan program yang ditujukan untuk rakyat.
“Saya memberi kesempatan kepada orang boleh memberi kritikan, tetapi tidak boleh mau meniadakan, menghilangkan program yang baik ini,” pungkasnya.







