Madiun – PT KAI Daop 7 Madiun memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi 18 Maret. Sekitar 16 ribu penumpang diperkirakan tiba di Stasiun Madiun.
Prediksi itu disampaikan Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi.
Arus balik diprediksi memuncak 24 Maret dengan 18 ribu penumpang berangkat.
Total penumpang selama masa mudik dan balik Lebaran 2026 di Daop Madiun diperkirakan 229 ribu orang.
Angka ini naik 4 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, PT KAI Daop 7 Madiun menyiapkan 15 lokomotif.
Dua kereta tambahan disiapkan, yaitu KA Brantas Lebaran dari Blitar dan satu kereta motor gratis (motis).
PT KAI Daop 7 Madiun menyatakan siap mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026.
Sebanyak 355 personel internal dan gabungan dengan TNI-Polri disiagakan.
Pengamanan dilakukan di stasiun, kereta api, dan perlintasan.
Personel tambahan dikerahkan untuk tiga jalur rawan: Madiun-Babadan, Saradan-Wilangan, dan Rejotangan-Blitar.
Pengawasan jembatan panjang juga dilakukan dengan koordinasi bersama BBWS. Tujuannya memantau debit dan arus sungai.
Sebanyak 90 personel ekstra akan berjaga di 39 titik perlintasan sebidang yang belum terjaga.
Mereka dibagi dalam tiga sif untuk pengawasan 24 jam.
Sejak dimulainya masa Angkutan Lebaran 2026 pada 11 Maret hingga 13 Maret, 16.180 penumpang berangkat dari Daop Madiun.
Sementara itu, 27.811 orang datang atau turun di stasiun Daop Madiun.







