Ecozone

IHSG Melesat ke Level 6.037 Usai S&P Pertahankan Peringkat Kredit RI

21
×

IHSG Melesat ke Level 6.037 Usai S&P Pertahankan Peringkat Kredit RI

Sebarkan artikel ini
ee1f92e4f3c69c85c17a13ee4549ac78.jpg
ee1f92e4f3c69c85c17a13ee4549ac78.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,92% ke posisi 6.037 pada perdagangan awal pekan, Senin (13/7/2026), didorong oleh sentimen positif dari keputusan lembaga pemeringkat internasional terkait profil kredit Indonesia.

Dilansir dari laporan S&P Global Ratings, aksi beli investor terjadi setelah lembaga tersebut memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit atau sovereign credit rating Indonesia di level ‘BBB’ untuk jangka panjang dan ‘A-2’ untuk jangka pendek dengan prospek stabil.

Sentimen positif ini mencerminkan keyakinan pasar terhadap proyeksi pendapatan pemerintah yang diperkirakan terus membaik sepanjang tahun ini seiring dengan pemulihan penerimaan ekspor dari kenaikan harga komoditas global.

Lembaga pemeringkat tersebut menekankan bahwa kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara melalui sektor sumber daya alam akan memberikan dampak positif jangka panjang, terutama jika implementasi kebijakan tersebut berjalan konsisten dan lebih dapat diprediksi.

“Prospek yang stabil ini juga mencerminkan ekspektasi kami bahwa pemerintah terus memandang batas defisit tahunan sebesar 3% sebagai penopang kebijakan yang penting,” kata S&P Global Ratings.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi harian mencapai Rp 12,15 triliun dengan total volume perdagangan sebesar 26,32 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 2,70 juta kali.

Kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada pada angka Rp 10.533 triliun seiring dengan dominasi 377 saham yang mengalami penguatan, sementara 250 saham terkoreksi dan 167 saham lainnya tetap stagnan.

Sektor bahan baku memimpin kenaikan pasar dengan pertumbuhan sebesar 2,96%, di mana saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu pendorong utama dengan penguatan harga sebesar 8,02%.

Secara keseluruhan, sembilan dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI berhasil ditutup di zona hijau pada akhir sesi perdagangan hari ini.

Berbeda dengan pergerakan di pasar domestik, bursa saham Asia mayoritas berada di zona merah dengan indeks Straits Times yang tergelincir 0,11%, Shanghai Composite terkoreksi 2,06%, dan Nikkei turun 1,92%, sementara Hang Seng naik tipis 0,16%.

Deretan saham top gainers pada perdagangan hari ini meliputi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang naik 25% ke level Rp 650, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) naik 24% ke level Rp 310, serta PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang menguat 24,77% ke level Rp 272.

Di sisi lain, daftar saham top losers diisi oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang turun 14,72% ke level Rp 1.275, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) turun 10,53% ke level Rp 204, dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang melemah 9,26% ke level Rp 302.