MALANG – Pengelola kawasan wisata religi Gunung Kawi memperketat aturan pengambilan gambar bagi para konten kreator secara signifikan.
Kebijakan ini muncul setelah banyak kru produksi konten mengeluhkan sulitnya mendapatkan izin akses masuk ke lokasi.
Pengetatan regulasi tersebut diduga kuat merupakan buntut dari viralnya konten Pesulap Merah yang mengulas berbagai mitos dan pantangan di kawasan tersebut.
Kondisi ini memicu kehebohan di kalangan komunitas konten kreator karena ruang gerak mereka kini sangat terbatas.
Berdasarkan penuturan narasumber melalui kanal YouTube Musisi Pensiun, para kreator tidak lagi leluasa melakukan peliputan di berbagai titik area Gunung Kawi.
Ia menduga pihak pengelola kini bersikap lebih protektif terhadap kawasan yang dianggap sensitif pasca sorotan publik yang masif.
“Viral kemarin itu imbasnya orang-orang di keraton Gunung Kawi kecewa dengan apa yang dilakukan konten kreator, sehingga mereka memproteksi ruang lingkup Gunung Kawi,” ungkap narasumber tersebut.
Prosedur perizinan kini menjadi hambatan utama bagi para kreator.
Bahkan, kelengkapan administrasi yang telah dikantongi tidak menjamin pemberian izin akses.
Sejumlah pihak melaporkan bahwa pengelola tetap menolak permohonan syuting meskipun kreator telah membawa surat keterangan resmi dari kepolisian hingga instansi pariwisata.
Hingga saat ini, pihak pengelola Gunung Kawi belum memberikan pernyataan resmi terkait perubahan kebijakan yang memicu polemik tersebut.







