Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Selasa (21/7/2026) dengan dukungan sektor perbankan serta komoditas energi dan logam mulia sebagai penggerak utama pasar.
Dilansir dari riset Mirae Asset Sekuritas, IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi konstruktif yang berupaya mempertahankan momentum bullish harian meski di tengah minimnya katalis baru dari pasar global.
“Adapun sektor perbankan serta komoditas energi maupun logam mulia diperkirakan tetap menjadi motor penggerak indeks,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta.
Analis memperkirakan batas bawah atau support IHSG berada pada level 6.137 dan 6.012, sementara batas atas atau resistance dipatok di level 6.261 serta 6.416.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, khususnya terkait ancaman terhadap jalur pelayaran dan pasokan energi, diidentifikasi sebagai faktor pembatas penguatan pasar.
Di sisi lain, penegasan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil oleh lembaga pemeringkat S&P memberikan sentimen positif terhadap fundamental ekonomi nasional.
Pelaku pasar kini tengah menantikan agenda ekonomi krusial pekan ini, meliputi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) global, serta keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB).
Terkait strategi investasi, Nafan Aji Gusta merekomendasikan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan target harga Rp 1.480, Rp 1.620, dan Rp 1.785.
Selain itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) direkomendasikan dengan target harga Rp 2.750, Rp 2.800, serta Rp 3.440.
Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga dinilai layak beli dengan target harga berada di rentang Rp 1.300, Rp 1.355, dan Rp 1.790.
Secara terpisah, riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas selama mampu bertahan di atas area support 6.100 hingga 6.130.
Indeks diprediksi akan menguji resistance pada kisaran 6.240 hingga 6.300 dalam jangka pendek.
“Momentum jangka pendek masih positif, namun sikap wait and see menjelang keputusan bank sentral diperkirakan dapat membatasi ruang penguatan indeks,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.
Sebagai pilihan investasi tambahan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Support merupakan level harga yang diyakini sebagai titik terendah di mana tekanan beli umumnya meningkat untuk menahan penurunan harga lebih lanjut.
Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga tertinggi di mana aksi jual cenderung terjadi sehingga menghambat laju kenaikan harga saham di pasar modal.







