Jakarta – BSI Maslahat berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program BSI Scholarship Berdampak 2026 untuk mendukung akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Bambang Sutrisno, bersama Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Eng. Sandro Mihradi, di Jakarta, Selasa (7/7).
Inisiatif ini dirancang sebagai solusi atas kesenjangan bantuan pendidikan di Indonesia.
Data Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan mencatat tingkat kelayakan pendaftar KIP-Kuliah tahun 2026 hanya mencapai 51,2 persen pada jalur SNBP dan 33,59 persen pada jalur SNBT.
BSI Scholarship Berdampak 2026 hadir menjembatani mahasiswa yang tidak lolos seleksi KIP-Kuliah agar tetap bisa melanjutkan studi.
Penerima manfaat nantinya akan mendapatkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp3.000.000 per semester selama delapan semester.
Selain dukungan finansial, program ini memberikan pembekalan pengembangan diri, literasi ekonomi syariah, serta pendampingan proyek sosial.
BSI Maslahat menargetkan pembentukan generasi tangguh yang berdaya saing tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Pendaftaran program dibuka mulai 13 Juli hingga 17 Agustus 2026.
Tahapan seleksi akan berlangsung pada 8-17 Agustus, sementara pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 18 Agustus 2026.
Masyarakat dapat mengakses informasi persyaratan dan pendaftaran melalui laman resmi www.bsischolarship.id.
Program ini merupakan wujud pengelolaan dana ZISWAF yang dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.
Inisiatif tersebut juga menjadi langkah konkret BSI Maslahat dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan.







