News

Empat Awak Kapal AL Kuwait Terluka Akibat Serangan Iran

49
×

Empat Awak Kapal AL Kuwait Terluka Akibat Serangan Iran

Sebarkan artikel ini
80fbcb3673cc7d7c877f711db6499166.jpg
80fbcb3673cc7d7c877f711db6499166.jpg

Kuwait – Empat personel Angkatan Laut Kuwait mengalami luka-luka akibat serangan rudal dan drone yang diluncurkan oleh militer Iran terhadap kapal patroli di kawasan Selat Hormuz pada Selasa (14/7/2026).

Dilansir dari AFP, serangan tersebut tidak hanya menyasar aset militer namun juga mengakibatkan kerusakan material pada sejumlah fasilitas sipil dan infrastruktur vital di wilayah Kuwait.

“Agresi Iran ke fasilitas vital atau fasilitas sipil di beberapa titik Kuwait mengakibatkan kerusakan material,” kata Juru Bicara Angkatan Bersenjata Kuwait, Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan.

“Salah satu kapal milik AL Kuwait juga jadi target, akibatnya ada empat orang personel terluka,” kata Al-Atwan.

Eskalasi di Selat Hormuz dipicu oleh memanasnya kembali hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat pasca berakhirnya kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Meskipun situasi keamanan di kawasan tersebut semakin tidak menentu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan masih membuka ruang bagi kemungkinan perundingan baru untuk meredam konflik.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya telah mempersiapkan diri sepenuhnya menghadapi potensi serangan balasan dari pihak Amerika Serikat.

“Era sepihak sudah berakhir,” kata Ghalibaf.

“Sudah kami bilang: tepati janji atau tanggung akibatnya,” kata Ghalibaf.

“Kenyataan sedang menghampiri,” kata Ghalibaf.

Garda Revolusi Iran secara terpisah menyatakan bahwa pemulihan jalur pelayaran di Selat Hormuz hanya dapat dicapai apabila Amerika Serikat menghentikan intervensi militer di kawasan tersebut.

“Kami peringatkan intervensi yang berlanjut dapat memicu insiden besar terhadap sektor minyak dan gas global,” kata juru bicara Garda Revolusi Iran.

Insiden ini mempertegas posisi Iran yang menolak kehadiran asing dalam menjaga keamanan di jalur perdagangan energi strategis dunia tersebut.

Pihak militer Kuwait saat ini masih melakukan penilaian kerusakan lebih lanjut di titik-titik terdampak serangan rudal dan drone tersebut.

Pengamat keamanan kawasan memprediksi bahwa ketegangan ini akan berdampak signifikan terhadap stabilitas harga minyak dunia dalam waktu dekat.

Komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas antara Iran dan negara-negara mitra Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.