Jakarta – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro, tengah menjajaki rencana akuisisi aset hulu minyak dan gas bumi di Australia, Malaysia, dan Timur Tengah untuk mendorong ekspansi perusahaan pada Selasa (21/7/2026).
Dilansir dari Katadata, Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri, menyatakan bahwa penjajakan terhadap berbagai aset migas di luar negeri tersebut masih berada dalam tahap awal dan belum mencapai keputusan final untuk akuisisi.
“Belum tentu berujung akuisisi, semua tergantung pada hasil analisis teknis dan komersialnya,” kata Sumantri.
Strategi pertumbuhan anorganik ini menjadi fokus utama perusahaan untuk meningkatkan nilai ekuitas bagi para investor melalui penambahan portofolio ladang minyak baru.
Chief Financial Officer (CFO) Raharja Energi Cepu, Adrian Hartadi, menyebutkan bahwa perusahaan juga membidik sejumlah aset di Thailand, Turki, Irak, hingga Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana ekspansi global tersebut.
Adrian menjelaskan bahwa perusahaan berharap dapat merealisasikan sebagian rencana akuisisi pada tahun ini jika kondisi pasar memungkinkan.
Tantangan utama dalam proses negosiasi saat ini adalah perbedaan asumsi harga minyak antara pembeli dan penjual aset.
Pemilik aset saat ini cenderung menggunakan asumsi harga minyak sebesar US$ 100 per barel sebagai dasar valuasi, sementara perusahaan menilai harga yang lebih realistis dan berkelanjutan berada di kisaran US$ 60 hingga US$ 70 per barel.
“Makanya saat ini kita sudah diskusi dengan seller, tapi masih menunggu momen itu mungkin ketika oil price itu turun, jadi mereka lebih stabil,” kata Adrian.
Di sisi kinerja keuangan, manajemen menargetkan perolehan laba bersih sebesar US$ 26,75 juta pada tahun 2026, yang mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi laba tahun sebelumnya sebesar US$ 15,2 juta.
Proyeksi peningkatan laba tersebut diperkirakan akan ditopang oleh kenaikan kontribusi dari kepemilikan Participating Interest di Blok Madura Strait serta tambahan pendapatan dari aset migas lainnya.
“Kontribusi dari Madura Strait menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba tahun depan,” ucap Adrian.
Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan pada 22 Mei 2026 telah menyetujui rencana akuisisi 100% saham SMS Development Limited melalui anak usaha PT Raharja Energi Madura.
Melalui transaksi tersebut, PT Raharja Energi Madura memperoleh 20% Participating Interest di Madura Strait PSC yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited.
SMS Development Limited sendiri merupakan perusahaan investasi yang memiliki penyertaan saham pada entitas pengelola blok migas tersebut.
Perusahaan terus berupaya melakukan diversifikasi aset untuk menjaga stabilitas pendapatan yang diperkirakan berada di angka US$ 51 juta.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perseroan dalam memperkuat posisi di peta migas nasional maupun internasional.







