Ecozone

Tencent Hadirkan AI Otonom di Indonesia, Melampaui Kemampuan Chatbot Biasa

38
×

Tencent Hadirkan AI Otonom di Indonesia, Melampaui Kemampuan Chatbot Biasa

Sebarkan artikel ini
2e55721fb8883c2f546e6eb6850ec625.jpg
2e55721fb8883c2f546e6eb6850ec625.jpg

Jakarta – Tencent Cloud memperluas jangkauan bisnis kecerdasan buatan di Indonesia dengan meluncurkan tiga solusi AI agent yang dirancang untuk menjalankan tugas secara mandiri pada Selasa (14/07/2026).

Dilansir dari siaran pers resmi perusahaan, langkah strategis ini bertujuan untuk membantu perusahaan beralih dari penggunaan chatbot sederhana menuju implementasi teknologi yang mampu menyelesaikan alur kerja secara menyeluruh atau end-to-end.

Vice President of Tencent Cloud, Jimmy Chen, menyatakan bahwa pelaku bisnis di tanah air kini sedang memasuki fase krusial dalam mengadopsi teknologi AI untuk kebutuhan operasional nyata.

“Perusahaan di Indonesia semakin berupaya untuk beranjak dari tahap uji coba AI menuju implementasi nyata,” kata Jimmy Chen.

Menurut Jimmy Chen, agen AI yang diperkenalkan bukan hanya sekadar menjawab pertanyaan, melainkan mampu memahami tujuan pengguna serta menyusun langkah-langkah eksekusi secara otomatis.

Tiga solusi utama yang diperkenalkan meliputi WorkBuddy untuk produktivitas, Design Miora untuk kebutuhan kreatif, serta TokenHub sebagai platform manajemen model bahasa besar atau Large Language Model (LLM).

WorkBuddy dirancang untuk mengotomatisasi riset pasar, analisis data, hingga koordinasi tugas di sektor keuangan, hukum, dan pemasaran dengan dukungan integrasi melalui Discord, Slack, dan Telegram.

Sementara itu, Design Miora berfungsi sebagai studio kreatif berbasis AI yang mampu memproduksi aset visual, video, hingga model tiga dimensi dalam waktu singkat bagi para desainer dan pemasar.

TokenHub hadir sebagai solusi Model-as-a-Service yang memungkinkan perusahaan mengelola akses API ke berbagai model AI sekaligus mengoptimalkan konsumsi biaya token secara terpusat.

Penerapan teknologi ini dinilai relevan dengan hasil riset EY yang menyebutkan bahwa 57% perusahaan di Indonesia menjadikan AI sebagai prioritas utama dalam satu tahun ke depan.

Data yang sama menunjukkan bahwa sebanyak 66% perusahaan di wilayah ini berencana untuk meningkatkan fokus pada pengembangan teknologi agentic AI guna meningkatkan efisiensi.

Selain peluncuran solusi baru, Tencent Cloud juga mengumumkan kemitraan strategis dengan XLSmart untuk mendukung transformasi infrastruktur teknologi informasi pascamerger XL Axiata dan Smartfren.

Chief Information Officer XLSmart, Yessie D. Yosetya, menjelaskan bahwa proses penggabungan tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk melakukan modernisasi sistem secara menyeluruh.

“Seperti merger pada umumnya, saya rasa tugas pertama seorang CIO adalah melihat keseluruhan lanskap sistem dan melakukan konsolidasi,” kata Yessie D. Yosetya.

Yessie D. Yosetya menambahkan bahwa pemilihan Tencent Cloud didasarkan pada kemampuan penyedia layanan untuk melakukan migrasi sistem kritis dengan gangguan yang minimal bagi pelanggan.

Pihak Tencent Cloud menegaskan bahwa rangkaian solusi AI yang diperkenalkan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong otomatisasi proses bisnis yang kompleks di kawasan Asia Tenggara.