Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menemukan ratusan takjil mengandung bahan berbahaya. Temuan ini didapat dari pengujian terhadap 5.447 sampel makanan berbuka puasa di berbagai daerah.
Dari hasil pemeriksaan, 108 sampel dinyatakan tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Sampel takjil itu mengandung bahan berbahaya seperti formalin, rhodamin B, boraks, hingga mentanil yellow.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyebutkan temuan terbanyak berada di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dengan 27 sampel bermasalah.
Daerah lain yang ditemukan takjil berbahaya adalah Tangerang, Surabaya, dan Jakarta.
Di Jakarta, takjil seperti es cendol, sirup, dan kerupuk dilaporkan mengandung rhodamin B.
BPOM menjelaskan ciri-ciri makanan yang mengandung bahan berbahaya.
Formalin sering ditemukan pada mi kuning, tahu, dan teri nasi dengan tekstur tidak mudah hancur dan bau menyengat.
Rhodamin B biasanya ada pada kerupuk, bolu, jeli merah, es cendol, dan sirup yang memiliki warna merah mencolok dan tidak merata.
Boraks ditemukan pada mi basah, kerupuk, lontong, dan sotong dengan tekstur kenyal dan tidak mudah hancur.
Mantanil yellow juga ditemukan pada tahu berwarna oranye.
BPOM menyebut temuan takjil berbahaya tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Namun, lokasi penyebarannya mulai bergeser akibat evaluasi dan pengawasan yang dilakukan secara berkala.







