Jakarta, Fenesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan sesi II, Senin (6/7).
Pasar modal domestik mencatatkan performa positif dengan kenaikan 40,29 poin atau setara 0,68% yang membawa indeks parkir di level 5.916,07.
Kinerja positif ini turut diikuti oleh indeks LQ45 yang mengalami apresiasi sebesar 0,46% hingga bertengger di posisi 584,483.
Optimisme investor di pasar saham nasional tercermin dari tingginya aktivitas perdagangan sepanjang hari.
Total nilai transaksi bursa hari ini mencapai Rp 9,24 triliun dengan volume perdagangan yang menyentuh angka 19,50 miliar saham.
Frekuensi transaksi yang terjadi di lantai bursa tercatat sangat likuid dengan total 1,62 juta kali.
Dominasi transaksi pada sesi hari ini masih berpusat pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
BBCA mencatatkan nilai transaksi tertinggi yakni senilai Rp 906,45 miliar.
Posisi selanjutnya ditempati oleh BBRI dengan nilai transaksi mencapai Rp 700,98 miliar.
TPIA juga masuk dalam daftar saham dengan nilai transaksi jumbo yakni sebesar Rp 630,26 miliar.
BMRI menyusul dengan nilai transaksi senilai Rp 571,14 miliar.
BREN melengkapi daftar lima besar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 255,01 miliar.
Di sisi lain, pergerakan saham lapis kedua dan ketiga menunjukkan volatilitas tinggi dengan adanya sejumlah emiten yang mencetak lonjakan harga signifikan.
LAPD memimpin daftar top gainers setelah naik 20 poin atau 34,48% ke level 78.
NTBK mengekor dengan kenaikan 17 poin atau 34,00% ke level 67.
BELL mencatatkan penguatan 26 poin atau 27,08% ke angka 122.
YUPI berhasil menguat 305 poin atau 24,90% hingga ditutup di harga 1.530.
SKBM ditutup naik 105 poin atau 24,42% ke level 535.
Namun, penguatan IHSG tidak dibarengi dengan stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
Sore ini, kurs rupiah ditutup pada level Rp17.985 per dolar AS.
Posisi ini melemah dibandingkan harga pembukaan pagi tadi di level Rp17.955.
Mata uang Garuda tercatat terdepresiasi sebesar 30 poin atau setara dengan 0,167%.
Kondisi pasar di tingkat regional Asia sendiri terpantau bergerak bervariasi sepanjang perdagangan hari ini.
Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,01% ke level 69.737,69.
Indeks Hang Seng di Hong Kong justru mampu menguat 1,14% ke posisi 23.616,32.
Indeks SSE Composite di China mengalami koreksi tipis 0,06% ke level 4.041,24.
Indeks Straits Times di Singapura berhasil ditutup naik 0,25% ke angka 5.257,33.
Perbedaan arah bursa regional ini menunjukkan adanya sentimen spesifik yang mempengaruhi masing-masing negara di kawasan Asia.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati dinamika ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arus modal masuk ke pasar saham domestik.
Stabilitas IHSG di tengah pelemahan Rupiah menjadi indikator bahwa minat investor terhadap aset ekuitas masih tetap terjaga kuat.







