Jakarta – Shopee resmi memperluas kemitraan strategisnya dengan Meta ke platform Instagram. Ekspansi ini menyasar para kreator konten di wilayah Asia Tenggara, Taiwan, dan Brasil, sebagaimana diumumkan pada Senin (6/7).
Melalui integrasi tersebut, kreator yang memenuhi syarat kini dapat menautkan akun afiliasi Shopee mereka ke akun profesional Instagram. Dengan demikian, mereka bisa menyematkan produk Shopee langsung ke dalam konten Reels maupun Feed untuk memperoleh komisi setiap kali terjadi transaksi pembelian oleh audiens.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kerja sama serupa yang telah berjalan di Facebook sejak 2025. Hingga Maret 2026, tercatat lebih dari 5 juta kreator di seluruh dunia telah mengintegrasikan akun Facebook mereka dengan program afiliasi Shopee. Sekitar separuh dari jumlah tersebut merupakan wajah baru dalam ekosistem afiliasi Shopee.
Sebelum merambah ke ekosistem Meta, program afiliasi Shopee telah lebih dulu hadir di YouTube pada 2024. Kehadiran di berbagai platform media sosial ini bertujuan agar para kreator dapat mengoptimalkan potensi pendapatan mereka dari beragam kanal secara simultan.
Terkait teknis, fitur afiliasi di Instagram memungkinkan kreator untuk menampilkan beberapa produk sekaligus dalam satu unggahan. Konten tersebut akan dilengkapi dengan ikon belanja dan label khusus bertuliskan “berhak mendapatkan komisi” agar memudahkan audiens mengenali rekomendasi produk.
Alur belanja ini dirancang secara praktis bagi pengguna, di mana mereka dapat berpindah dari tahap penemuan produk di Instagram menuju proses pembayaran di aplikasi Shopee dengan mudah.
Executive Director Brand and Growth Marketing Shopee, Peggy Zhu, menyebut kemitraan di Facebook sebelumnya telah membuktikan besarnya potensi perdagangan berbasis kreator. Menurutnya, hal itu terwujud saat konten, kepercayaan, dan aktivitas belanja terjalin secara efektif.
“Kami sangat antusias untuk membangun momentum ini dengan Instagram, memberikan lebih banyak cara kepada kreator untuk mendapatkan penghasilan dari rekomendasi produk di Reels dan Feed,” kata Zhu dalam keterangan resmi, Senin (6/7).
Pernyataan serupa disampaikan oleh Managing Director Meta Singapore, Nicole Tan. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang baru bagi para kreator untuk memonetisasi konten yang mereka ciptakan.
“Dengan menghadirkan kemitraan afiliasi ke Instagram bersama Shopee, kami menciptakan lebih banyak peluang bagi kreator untuk mendapatkan penghasilan dari konten yang mereka sukai,” ujar Tan.
Di luar skema afiliasi organik, Shopee dan Meta kini sedang melakukan uji coba solusi iklan afiliasi dalam peluncuran terbatas di sejumlah pasar Asia Tenggara. Lewat skema ini, brand atau penjual dapat memperkuat konten afiliasi tertentu menjadi promosi berbayar dengan label yang jelas. Sistem iklan Meta diharapkan mampu membantu kreator menjangkau audiens yang lebih relevan.
Pihak Shopee menambahkan bahwa pihaknya akan memperluas uji coba tersebut dalam beberapa bulan ke depan, meski belum menjabarkan detail jadwal maupun negara yang akan terlibat selanjutnya.
Mengenai aspek keamanan, baik Shopee maupun Meta menegaskan bahwa proses penautan akun serta pengelolaan data afiliasi tetap mengacu pada hukum perlindungan data yang berlaku. Para kreator dipastikan tetap memiliki kendali penuh atas akun mereka masing-masing.
Saat ini, kemitraan afiliasi Shopee di Instagram telah dapat diakses oleh kreator yang memenuhi kriteria di Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Brasil.







