FeedSport

Terence Crawford Menangis, Kalahkan Alvarez, Ukir Sejarah Tinju Dunia

129
×

Terence Crawford Menangis, Kalahkan Alvarez, Ukir Sejarah Tinju Dunia

Sebarkan artikel ini
2786399aaba90eef75492859b31cd665.jpg
2786399aaba90eef75492859b31cd665.jpg

Las Vegas – Petinju Amerika Serikat Terence Crawford menorehkan sejarah usai mengalahkan Canelo Alvarez dan merebut gelar juara sejati (undisputed champion) dalam pertarungan di Allegiant Stadium, Minggu WIB, 14 September 2025. Crawford bahkan tak kuasa menahan tangis haru atas kemenangan angka mutlaknya tersebut.

Kemenangan ini menjadikan Crawford (37) satu-satunya petinju pria yang mampu meraih gelar juara sejati di tiga kelas berat berbeda. Ia mendominasi duel 12 ronde itu, di hadapan lebih dari 70 ribu penonton yang sebagian besar mendukung ikon tinju Meksiko, Canelo Alvarez.

Ketika diumumkan sebagai pemenang, air mata tak terbendung dari Crawford. “Saya tidak ada di sini karena kebetulan,” ujar Crawford dengan suara serak. “Canelo adalah juara hebat. Saya harus melepas topi saya untuknya. Dia adalah pesaing luar biasa, dan saya memiliki rasa hormat yang sangat besar padanya. Dia bertarung seperti seorang juara.”

Crawford naik dua kelas berat dari welterweight khusus untuk pertarungan ini. Ia membuktikan diri dengan kecepatan, kecerdasan, dan ketahanan saat menghadapi Alvarez yang selalu menang dalam 11 duel sebelumnya di kelas tersebut.

Petinju berusia 37 tahun asal Omaha ini tampil dengan gaya southpaw (kuda-kuda kidal) sepanjang 12 ronde, membuat Canelo kesulitan menyesuaikan diri. Meskipun Canelo mencoba menyerang dengan hook tubuh dan pukulan tangan kanan yang mematikan, Crawford selalu merespons dengan kombinasi tajam, gerakan kaki lincah, dan refleks luar biasa.

Para hakim akhirnya memutuskan Crawford sebagai pemenang dengan angka mutlak: 116-112, 115-113, 115-113. Ia terlihat bersimpuh di atas ring, menutup wajah dengan tangannya, dan menangis tanpa henti, disambut sorak sorai pendukungnya dan tepuk tangan dari lawan.

“Saya tahu saya harus menang di ronde kedua belas,” kata Crawford setelah pertandingan. “Dia favorit di Vegas. Saya tahu apa yang harus saya lakukan.”

Ketika ditanya apakah akan kembali bertarung, Crawford memilih diam sejenak. “Saya belum tahu,” katanya perlahan. “Saya harus duduk bersama tim saya, kita akan bicara. Tapi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung saya dan juga kepada para pembenci. Saya menghargai kalian semua. Salut untuk para penggemar saya, dan juga untuk mereka yang mendukung Canelo. Sekarang, kami bisa pulang ke rumah ke anak-anak kami.”

Hasil ini juga menjaga rekor tak terkalahkan Crawford dalam 42 pertarungan, dengan 31 di antaranya berakhir KO. Sementara itu, Alvarez (35) menderita kekalahan ketiga dalam kariernya, kini memiliki rekor 36 kali menang, tiga kali kalah, dan dua kali seri.