Showbiz

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Pukau Penonton di BIFAN

14
×

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Pukau Penonton di BIFAN

Sebarkan artikel ini
a4df33430e27755e58fa424c9f673620.jpg
a4df33430e27755e58fa424c9f673620.jpg

Bucheon, Fenesia.com – Film horor terbaru produksi kolaborasi MD Pictures dan Umbara Brothers Films, 402 Rumah Sakit Angker Korea, sukses mencuri perhatian internasional dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026.

Penayangan perdana atau world premiere film tersebut diselenggarakan di Bucheon City Hall Main Theatre, yang dikenal sebagai lokasi terbesar dalam festival film bergengsi tersebut.

Karya ini merupakan proyek remake dari film horor ikonik asal Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum.

Proyek ini menghadirkan perpaduan unik antara elemen ritual mistis khas Indonesia dengan latar belakang urban legend Korea.

Sutradara Anggy Umbara, penulis skenario Lele Laila, serta associate producer Indah Destriana turut hadir langsung di Korea Selatan.

Delegasi pemain yang berangkat ke Bucheon meliputi aktor Arbani Yasiz, Saputra Kori, Jang Hansol, dan Aylena Fusil.

Respon penonton di BIFAN tercatat sangat positif terhadap upaya eksperimental sutradara dalam mengemas kengerian psikologis film ini.

Kombinasi antara ritual Jelangkung dan atmosfer rumah sakit terbengkalai dinilai berhasil memberikan pengalaman teror yang baru bagi audiens global.

Anggy Umbara mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan eksperimen horor lintas budaya yang ia pimpin tersebut.

“Membawa 402 Rumah Sakit Angker Korea ke panggung BIFAN dan disaksikan langsung oleh penonton Korea adalah sebuah kebanggaan luar biasa,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (4/7/2026).

Dia menambahkan bahwa mengawinkan ritual sakral nan kelam ke dalam latar Korea adalah sebuah eksperimen gila yang membuahkan teror psikologis sangat unreal dan mencekam.

Pemeran karakter Juna, Arbani Yasiz, mengaku rasa lelah selama proses produksi terbayar lunas setelah menyaksikan antusiasme publik di BIFAN.

“Melihat antusiasme penonton di BIFAN bikin semua rasa lelah hilang, proses syuting film ini benar-benar menguras mental,” ungkapnya saat memberikan keterangan di lokasi festival.

Aktor Saputra Kori turut membagikan pengalaman ekstrem saat ia harus berperan ganda sebagai aktor sekaligus kameramen.

Setiap pemain diwajibkan membawa rig kamera seberat 5 kilogram dan ditinggal sendirian di lokasi syuting yang memiliki atmosfer sangat menyeramkan.

“Respons penonton BIFAN membuktikan kalau jerih payah dan ketakutan kami di lokasi syuting benar-benar terbayar lunas,” tutur Saputra.

Kehadiran sutradara asli Gonjiam: Haunted Asylum, Jung Bum-Shik, semakin menambah prestise perhelatan tersebut.

Jung Bum-Shik secara langsung hadir untuk memberikan apresiasi terhadap keberhasilan adaptasi versi Indonesia ini.

Sebuah sesi diskusi eksklusif dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026 untuk membedah proses kreatif di balik adaptasi tersebut.

Diskusi itu mempertemukan langsung Jung Bum-Shik dengan Anggy Umbara dan jajaran pemeran film.

Mereka membahas bagaimana kengerian asli dialihwahanakan ke dalam lensa budaya Indonesia dengan tetap mempertahankan esensi horor psikologisnya.

Masyarakat Indonesia dijadwalkan dapat segera menyaksikan kengerian film ini di seluruh bioskop tanah air mulai 9 Juli 2026.