Berita

Arkeolog Temukan Sisa Pemukiman Bizantium Kuno di Oasis Dakhla Mesir

20
×

Arkeolog Temukan Sisa Pemukiman Bizantium Kuno di Oasis Dakhla Mesir

Sebarkan artikel ini
kota-bizantium-yang-hilang-ditemukan-kembali-di-oasis-dakhla,-mesir
kota bizantium yang hilang ditemukan kembali di oasis dakhla, mesir

Jakarta – Sisa-sisa pemukiman era Bizantium berhasil ditemukan oleh tim arkeolog dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir di situs arkeologi Ain Al-Sabil, Oasis Dakhla, New Valley Governorate. Penemuan ini menawarkan perspektif baru yang berharga terkait dinamika kehidupan perkotaan di Mesir pada abad ke-4 hingga ke-5 Masehi.

Dalam proses ekskavasi, tim berhasil menyingkap struktur pemukiman yang tertata rapi. Area tersebut mencakup jaringan jalan yang terorganisir, sebuah basilika Kristen, dua menara pengawas, struktur benteng, serta deretan rumah yang dibangun menggunakan material batu bata lumpur.

Menurut tim arkeolog, tata kota tersebut dirancang dengan poros jalan lebar yang membentang dari arah utara ke selatan serta timur ke barat.

Persilangan jalan tersebut menciptakan ruang publik terbuka yang menjadi pusat aktivitas masyarakat pada masa itu, jelasnya.

Salah satu elemen kunci dari kawasan ini adalah keberadaan basilika Kristen yang berasal dari abad ke-4. Bangunan ibadah tersebut terletak strategis dengan posisi menghadap ke arah salah satu jalan utama kota.

Selain fasilitas publik, ekskavasi tersebut juga mengungkap keberadaan infrastruktur domestik seperti dapur, oven roti, dan instalasi penggilingan biji-bijian. Di antara sekian banyak struktur bangunan yang ditemukan, terdapat dua kediaman yang menonjol, yaitu rumah seorang pendeta bernama Tisos dan rumah milik Tabibos.

Salah satu temuan paling krusial di situs ini adalah penemuan hampir 200 keping ostraca, yakni pecahan tembikar yang berfungsi sebagai media tulis. Pada kepingan tersebut, ditemukan goresan aksara Koptik dan Yunani.

Teks-teks yang tertera pada ostraca itu memuat berbagai informasi penting, mulai dari transaksi bisnis, kontrak komersial, hingga korespondensi pribadi. Dokumen-dokumen ini memberikan bukti langka mengenai bagaimana organisasi ekonomi dan sosial kota tersebut dikelola pada masanya, ungkapnya.

Bukti kronologi pendudukan situs juga diperkuat dengan penemuan koleksi koin dalam jumlah besar. Koin-koin tersebut terdiri dari jenis perunggu dengan potret kaisar Bizantium yang terawat baik, serta koin emas yang berasal dari masa pemerintahan Constantius II.

Dewan Tertinggi Kepurbakalaan menyatakan bahwa penemuan ini merepresentasikan salah satu pemukiman Bizantium paling signifikan yang pernah ditemukan di wilayah Gurun Barat Mesir.

Temuan tersebut sekaligus menjadi bukti kuat mengenai jejak kehidupan yang pernah berlangsung di Oasis Dakhla, pungkasnya.