Jakarta – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan total anggaran mencapai Rp 200 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan perusahaan guna merespons kondisi pasar yang dinilai belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Manajemen ISSP menyatakan bahwa langkah ini akan menyasar sekitar 83,33 juta lembar saham atau setara dengan 3,4 persen dari total saham yang telah diterbitkan.
Perseroan menjamin bahwa aksi tersebut tetap mematuhi ketentuan regulasi yang berlaku, terutama terkait batas minimal saham yang beredar di publik (free float) yang tidak boleh kurang dari 20 persen dari jumlah saham tercatat.
Sumber Dana Internal
Seluruh dana untuk aksi buyback ini sepenuhnya bersumber dari kas internal perusahaan. Manajemen menegaskan bahwa langkah ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional maupun kinerja keuangan perusahaan di masa depan.
“Kami memiliki modal kerja serta arus kas yang memadai untuk menjalankan operasional perusahaan tetap berjalan optimal meski melakukan buyback,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Senin (25/5/2026).
Nantinya, saham yang telah dibeli kembali tersebut akan disimpan oleh perseroan sebagai saham treasuri. Proses pembelian saham ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan ke depan, dengan batas akhir pada 25 Agustus 2026.
Respons Pasar
Keputusan untuk melakukan buyback disambut positif oleh investor di pasar modal. Pada perdagangan sesi Senin (25/5/2026), harga saham emiten produsen pipa baja ini terpantau menguat 1,46 persen ke level Rp 416 per saham.
Manajemen berharap langkah strategis ini dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta menjaga stabilitas harga saham ISSP di tengah dinamika pasar keuangan.







