Jakarta – Bank DBS Indonesia menggelar DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World untuk memandu investor menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Forum ini menghadirkan pakar geopolitik dan ekonomi guna membedah dampak perubahan kebijakan serta rantai pasok terhadap prospek investasi nasional.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menjelaskan forum tersebut dirancang sebagai panduan strategis bagi nasabah private dan priority banking.
“Tujuannya adalah membantu nasabah dalam pengelolaan kekayaan, pengembangan usaha, hingga perencanaan suksesi keluarga yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar,” ujar Lim.
DBS Chief Investment Office (CIO) merekomendasikan investor memperkuat alokasi pada saham Asia di luar Jepang, obligasi korporasi negara maju, emas, serta aset swasta dan hedge funds.
Emas dinilai sebagai instrumen diversifikasi paling menarik untuk menghadapi risiko inflasi dan tren dedolarisasi global.
Sebaliknya, investor disarankan mengurangi eksposur pada saham Eropa, obligasi pasar berkembang, serta kas agar portofolio tetap tangguh di berbagai siklus pasar.
Bersamaan dengan itu, Bank DBS Indonesia memperkenalkan evolusi layanan DBS Treasures Private Client.
Layanan ini kini mengusung tiga pilar utama, yaitu kejernihan pandangan melalui insights tepercaya, pendampingan tim pakar, serta keistimewaan eksklusif bagi nasabah.
Kinerja wealth management Bank DBS Indonesia sepanjang semester I 2026 mencatatkan pertumbuhan positif.
Total Assets Under Management (AUM) perusahaan tumbuh 13 persen secara tahunan, sementara laba bersih setelah pajak meningkat 24 persen.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menegaskan pengelolaan kekayaan saat ini bersifat multi-faceted.
“Kami menyediakan solusi personal, mulai dari produk Kontrak Pengelolaan Dana, layanan corporate wealth management, hingga pendampingan suksesi keluarga bagi generasi penerus,” jelas Melfrida.
Guna menjaga kualitas layanan, Bank DBS Indonesia mendirikan Wealth Management Institute untuk meningkatkan kompetensi para Relationship Manager.
Upaya tersebut membuahkan pengakuan internasional, yakni predikat Best Private Bank Indonesia 2026 dari FinanceAsia dan Best Priority Banking Experience 2026 dari Asian Banking & Finance.







