Jakarta – OpenAI secara resmi membantah tuduhan pencurian rahasia dagang dan pelanggaran kontrak yang diajukan oleh Apple dalam sebuah gugatan hukum baru-baru ini.
Apple menggugat dua mantan karyawannya, Chang Liu dan Tang Tan, serta perusahaan OpenAI dan io Products.
Raksasa teknologi tersebut menuding para tergugat telah mencuri informasi rahasia perangkat keras untuk kepentingan proyek konsumen OpenAI.
Apple mengklaim adanya pola sistematis pencurian rahasia dagang oleh mantan stafnya yang kini bekerja untuk OpenAI.
Perusahaan asal Cupertino itu bahkan menuding jajaran pimpinan OpenAI telah menormalisasi praktik ilegal tersebut.
Gugatan itu merinci adanya akses tanpa izin terhadap sistem dan berkas rahasia perusahaan.
Apple menuduh para tergugat mendorong pelamar kerja untuk membawa purwarupa atau komponen Apple saat menjalani proses wawancara.
Selain itu, mereka diduga membocorkan detail produk yang belum dirilis serta informasi manufaktur kepada OpenAI.
Para tergugat juga disebut memanfaatkan data milik Apple untuk mendekati pemasok perusahaan.
Menanggapi tuduhan tersebut, Direktur Komunikasi Strategis OpenAI, Drew Pusateri, memberikan klarifikasi melalui platform X.
Pusateri menegaskan bahwa OpenAI tidak memiliki kepentingan apa pun terhadap rahasia dagang milik perusahaan lain.
Ia menambahkan, perusahaannya saat ini tetap fokus mengembangkan teknologi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat global.
Sengketa ini bukan kali pertama bagi proyek perangkat keras OpenAI yang digarap bersama mantan desainer Apple, Jony Ive, melalui io Products.
Sebelumnya, perusahaan rintisan iyO juga telah menggugat OpenAI dan io Products terkait isu serupa.
Gugatan iyO yang diperbarui pada Maret 2026 turut menyeret Tang Tan sebagai pihak tergugat atas tuduhan pencurian berkas rahasia.
OpenAI secara konsisten membantah seluruh tudingan yang dilayangkan oleh iyO dalam kasus tersebut.







