Tokyo – Babak 16 besar Japan Open 2026 diwarnai gelombang kejutan setelah sejumlah atlet unggulan dari berbagai negara tersingkir secara dini pada Kamis (16/7/2026).
Dilansir dari Tribunnews.com, turnamen BWF World Tour Super 750 yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium tersebut mencatat tumbangnya nama-nama besar di sektor tunggal putra, ganda campuran, hingga ganda putri.
Pebulu tangkis Indonesia, Alwi Farhan, menjadi salah satu aktor utama setelah berhasil menaklukkan tunggal putra asal Prancis yang merupakan unggulan turnamen, Alex Lanier.
Kemenangan pemain asal Solo tersebut memastikan langkahnya menuju babak perempat final sekaligus memupus ambisi Lanier untuk meraih gelar juara.
Dominasi unggulan di sektor ganda campuran juga runtuh menyusul kekalahan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh dan Supissara Paewsampran.
Unggulan keempat tersebut takluk dalam dua gim langsung dari pasangan non-unggulan asal Taiwan, Yang Po-Hsuan dan Hu Ling Fang.
Hasil minor serupa dialami oleh unggulan kelima asal China, Guo Xin Wa dan Chen Fang Hui, yang tersingkir setelah melakoni duel selama 59 menit.
Pasangan Taiwan, Ye Hong Wei dan Nicole Gonzales Chan, sukses membalikkan keadaan melalui aksi comeback setelah kalah pada gim pembuka.
Wakil tuan rumah, Yuta Watanabe dan Maya Taguchi, turut terdepak dari kompetisi setelah kalah dalam pertandingan sesama pemain Jepang melawan Akira Koga dan Natsu Saito.
Persaingan di sektor ganda putri juga mengalami guncangan besar menyusul gugurnya unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha-na dan Lee So-hee.
Pasangan tersebut dipaksa menyerah oleh wakil Amerika Serikat, Lauren Lam dan Allison Quynh Lee, melalui pertarungan sengit selama 57 menit.
Kekalahan tersebut memperpanjang catatan negatif Baek Ha-na dan Lee So-hee yang belum lagi mampu menembus partai puncak sejak edisi 2024.
Rentetan hasil ini memastikan bahwa fase perempat final Japan Open 2026 akan didominasi oleh banyak pemain non-unggulan yang tampil mengejutkan.
Kegagalan para pemain papan atas mempertahankan posisi mereka mencerminkan peta persaingan yang semakin ketat di kancah bulu tangkis dunia saat ini.
Seluruh pertandingan selanjutnya diprediksi akan berlangsung lebih kompetitif mengingat absennya sejumlah nama besar dari bagan turnamen.







