EcozoneShowbiz

Tyas Bangun Bisnis Berkelanjutan Usai Raih Beasiswa LPDP, Apa Saja?

85
×

Tyas Bangun Bisnis Berkelanjutan Usai Raih Beasiswa LPDP, Apa Saja?

Sebarkan artikel ini
deretan-bisnis-tyas-usai-terima-beasiswa-lpdp,-mana-yang-paling-disorot?
deretan bisnis tyas usai terima beasiswa lpdp, mana yang paling disorot?

Jakarta – Dwi Sasetyaningtyas jadi perbincangan setelah unggah video perayaan kewarganegaraan anaknya. Anaknya kini resmi menjadi WN Inggris.

Alumni LPDP ini ungkap alasan anaknya punya paspor Inggris yang disebutnya “paspor kuat”.

Pernyataan “Cukup aku saja yang WNI” memicu perdebatan di media sosial.

Warganet mengkritik pernyataan itu dan menilai merendahkan paspor Indonesia.

Meski sudah minta maaf, publik terus membahas kiprahnya usai studi.

Berikut bisnis dan inisiatif Dwi Sasetyaningtyas setelah jadi penerima beasiswa LPDP:

Sustaination (Didirikan 2018) adalah platform e-commerce dan komunitas gaya hidup ramah lingkungan.

Menawarkan produk minim sampah seperti peralatan makan pakai ulang dan produk perawatan tubuh alami.

Sustaination juga mengampanyekan isu lingkungan melalui konten digital dan kolaborasi komunitas.

BisnisBaikClub didirikan Tyas sebagai wadah pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu.

Platform ini fokus pada bisnis yang berdampak sosial dan ramah lingkungan.

Prinsip ini selaras dengan nilai keberlanjutan Sustaination.

Cerita Kompos

a1416c131a7b1b0db9ff437599c32139.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Peta kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berubah drastis dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sempat dikuasai saham konglomerasi, posisi saham dengan market cap terbesar kini kembali ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Per Selasa (19/5/2026), tidak ada lagi saham di BEI yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 1.000 triliun. Padahal pada penutupan 2025, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)…

8818e523af8182e067fa1c252bd47301.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja emiten properti diproyeksikan lesu di tengah pelemahan rupiah dan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang diproyeksikan naik pada Mei ini. Pada Selasa (19/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.706 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini melemah 0,21% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.668 per dolar AS. Lagi-lagi, ini adalah posisi penutupan terburuk rupiah sepanjang masa. Ketidakberdayaan rupiah ini…