Berita

Mengintip Gaji Ade Armando Usai Jadi Komisaris PLN NP

213
×

Mengintip Gaji Ade Armando Usai Jadi Komisaris PLN NP

Sebarkan artikel ini
mengintip-gaji-ade-armando-usai-jadi-komisaris-pln-nusantara-power
mengintip gaji ade armando usai jadi komisaris pln nusantara power

Jakarta – Ade Armando, politikus dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kini resmi menjabat sebagai komisaris di PT PLN Nusantara Power (PLN NP), anak perusahaan dari PT PLN (Persero). Dengan jabatan barunya ini, publik bertanya-tanya mengenai besaran gaji yang akan diterima oleh Ade Armando.

Ade mengonfirmasi pengangkatannya tersebut dan menyatakan telah aktif bekerja sejak Kamis (4/7/2025). “Benar, mulai aktif Kamis kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (4/7/2025).

Penunjukan Ade Armando sebagai komisaris sebelumnya telah menjadi perbincangan hangat di media sosial, menyusul beredarnya dokumen hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN Nusantara Power pada awal Juli. Dalam susunan komisaris yang baru, Edi Srimulyanti ditunjuk sebagai komisaris utama, sekaligus komisaris independen.

Berdasarkan Laporan Tahunan 2024 PLN Nusantara Power, gaji jajaran direksi dan dewan komisaris ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Pemegang Saham Mayoritas PLN NP tertanggal 24 September 2024. SK tersebut merinci alokasi laba bersih tahun 2023, tantiem tahun berjalan, serta penetapan gaji tahun 2024 bagi manajemen perusahaan.

Struktur gaji komisaris PLN NP terdiri dari honorarium bulanan, berbagai tunjangan, fasilitas, serta tantiem atau insentif yang didasarkan pada kinerja jangka pendek dan panjang. Komisaris utama menerima honorarium sebesar 45 persen dari gaji direktur utama. Sementara itu, anggota dewan komisaris, termasuk Ade Armando, menerima honorarium sebesar 90 persen dari nilai yang diterima komisaris utama.

Selain honorarium, anggota komisaris juga berhak atas tunjangan hari raya (THR) sebesar satu kali honorarium, tunjangan transportasi senilai 20 persen dari honorarium, serta tunjangan komunikasi dan perlindungan asuransi purnajabatan. Mereka juga mendapatkan fasilitas berupa layanan kesehatan dan bantuan lainnya.

Besaran tantiem untuk dewan komisaris ditentukan berdasarkan kinerja dan posisi masing-masing. Komisaris utama menerima tantiem sebesar 45 persen dari nilai tantiem direktur utama, sedangkan anggota komisaris menerima 90 persen dari tantiem komisaris utama.

Berikut adalah rincian perkiraan penghasilan yang diterima komisaris PLN NP dalam tahun buku 2024:

Honorarium bulanan: Rp106.920.000
Tunjangan transportasi bulanan: Rp21.384.000
Tunjangan komunikasi bulanan: Rp1.000.000
THR: Rp106.920.000
Tantiem tahunan: antara Rp393.096.375 hingga Rp673.879.500

Dengan demikian, total penghasilan tahunan seorang komisaris di PLN NP diperkirakan dapat mencapai lebih dari Rp2 miliar, tergantung pada besaran tantiem yang diberikan.