Berita

Media Asing Menyoroti Desakan Pengunduran Diri Gus Yahya dari Ketum PBNU

147
×

Media Asing Menyoroti Desakan Pengunduran Diri Gus Yahya dari Ketum PBNU

Sebarkan artikel ini
efecae935cf91108ec610b97f15adb7d.jpg
efecae935cf91108ec610b97f15adb7d.jpg

Fenesia – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diminta mengundurkan diri dari jabatannya. Desakan ini muncul berdasarkan risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang beredar luas, menyoroti dugaan pelanggaran serius terkait undangan narasumber pro-Israel dan tata kelola keuangan organisasi yang dinilai bermasalah.

Risalah yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, tersebut secara spesifik menilai adanya pelanggaran serius terkait undangan narasumber yang dianggap berafiliasi dengan jaringan zionisme internasional.

Narasumber yang dimaksud adalah mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Peter Berkowitz. Ia dikenal vokal mendukung Israel dan menolak tuduhan genosida di Gaza. Undangan terhadap Berkowitz menjadi pemicu utama kontroversi ini.

Selain itu, risalah juga menyinggung dugaan tata kelola keuangan yang dinilai bermasalah. Hal ini disebut berpotensi mencemarkan nama baik organisasi dan melanggar ketentuan hukum syara’.

Kabar desakan pengunduran diri Gus Yahya ini turut mendapat sorotan dari sejumlah media asing. Pada Sabtu (22/11/2025), media-media tersebut melaporkan bahwa Gus Yahya memiliki waktu tiga hari untuk menyatakan mundur atau diberhentikan dari jabatan ketua umum.

Media-media itu menyebut alasan utama desakan adalah undangan Staquf kepada seseorang yang berafiliasi dengan jaringan zionisme internasional. Peter Berkowitz, seorang ulama AS, dikenal luas menulis dukungan terbuka terhadap kampanye Israel di Gaza.

Berkowitz diketahui memberikan seminar tentang sejarah pemikiran politik Barat dalam pelatihan NU pada bulan Agustus, beberapa waktu sebelum kontroversi ini mencuat.

Gus Yahya sendiri telah meminta maaf. Ia menyebut undangan tersebut sebagai kekeliruan karena tidak memeriksa secara cermat latar belakang Berkowitz.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBNU Yusuf Saifullah meminta warga NU untuk tetap tenang. Ia juga meminta agar warga tidak terpengaruh berita yang berpotensi menyesatkan. Yusuf menegaskan bahwa polemik ini sedang diproses sesuai mekanisme internal organisasi.