BeritaPolitik

Veronica Tan Dorong Kementerian Tak Bekerja Parsial untuk Pemberdayaan Perempuan

12
×

Veronica Tan Dorong Kementerian Tak Bekerja Parsial untuk Pemberdayaan Perempuan

Sebarkan artikel ini
wamen-pppa-dorong-sinergi-untuk-pemberdayaan-perempuan-dan-lingkungan
wamen pppa dorong sinergi untuk pemberdayaan perempuan dan lingkungan

Jakarta – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menekankan pentingnya meruntuhkan ego sektoral antarkementerian agar pemberdayaan perempuan dan ekonomi restoratif di Indonesia bisa berjalan lebih efektif.

Ia menilai kerja yang dilakukan secara parsial tidak akan cukup untuk mencapai target tersebut.

“Selama kita kerja terpisah-pisah dan parsial, maka tujuan memberdayakan perempuan ini tidak akan pernah tercapai,” kata Veronica pada hari pertama Kunstkring Dialogue: Forum Ekonomi Restoratif di Tugu Kunstkring Paleis, Rabu (24/6).

Veronica juga menegaskan bahwa kewenangan dan kemampuan Kementerian PPPA sangat terbatas.

Karena itu, menurut dia, integrasi kebijakan dengan kementerian lain menjadi hal mutlak untuk memperkuat posisi perempuan sebagai aktor utama penggerak ekonomi.

Di forum yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto mengatakan penguatan ekonomi restoratif harus dimulai dari akar rumput.

Ia menilai penguatan itu perlu dilakukan dengan memperkuat seluruh rantai ekonomi desa.

Melalui program SEHATI, pemerintah berupaya mendorong swasembada pangan sekaligus ketahanan iklim tanpa merusak identitas budaya lokal.

Langkah tersebut dinilai strategis karena menempatkan perempuan bukan lagi sekadar penerima manfaat pembangunan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menambahkan, perempuan di wilayah pedesaan merupakan jantung pariwisata restoratif sekaligus pusat pelestarian lingkungan.

“Perempuan adalah jantung pariwisata restoratif. Bagaimana perempuan di desa menjadi pusat pelestarian lingkungan dan penggerak ekonomi keluarga menjadi kekuatan nyata dari ekonomi restoratif,” ujarnya.

Kunstkring Dialogue digagas Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama Penabulu-Oxfam. Dialog ini mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, praktisi, dan masyarakat adat untuk bertukar gagasan serta membangun komitmen bersama.

Agenda tersebut merupakan bagian dari pameran wastra Weaving Wonders: Tenun, Pangan, Energi, dan Perempuan – Dari Warisan ke Kekuatan Ekonomi, yang digelar di tempat yang sama oleh Yayasan Uma Nusantara.

Dengan tema “Ekosistem Pendukung Ekonomi Restoratif: Kebijakan dan Layanan bagi Inisiatif Lokal”, diskusi hari itu menegaskan satu gagasan utama.

Ekonomi restoratif Indonesia harus dibangun di atas agensi perempuan agar perempuan dapat menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, mandiri, dan berdaya di setiap level, mulai dari unit keluarga, kelompok warga, desa, hingga kabupaten.

Forum dialog kebijakan itu berlangsung dalam dua sesi utama dengan menghadirkan jajaran pejabat tinggi pemerintah pusat.

Sesi pertama dipandu jurnalis senior Desi Anwar dengan pemantik diskusi Alamsyah Saragih.

Adapun enam panelis yang hadir ialah Guru Besar Universitas Satya Wacana Daniel Daud Kameo, Mendes PDTT Yandri Susanto, Wamen PPPA Veronica Tan, Wamenprein Faisol Riza, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa, dan Dirjen Perhutanan Sosial Kemenhut Catur Endah Prasetiani.

Rangkaian diskusi hari pertama ditutup dengan makan malam bersama.

Menu yang disajikan berasal dari Mama-mama Desa Adat Wogo, Kecamatan Golewa, Ngada, Flores, NTT, sebagai simbol nyata bahwa pengetahuan dan keterampilan perempuan lokal turut menghidupkan forum itu.

Momen tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya NTT kepada para pemangku kebijakan nasional.