Ecozone

Laba Cimory Tumbuh Dua Digit, Simak Rekomendasi Saham Kuartal I-2026

42
×

Laba Cimory Tumbuh Dua Digit, Simak Rekomendasi Saham Kuartal I-2026

Sebarkan artikel ini
b97ae3f84b3e1ab052e99c4b3a0917a6.jpg
b97ae3f84b3e1ab052e99c4b3a0917a6.jpg

Jakarta – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I-2026. Emiten produsen susu dan makanan olahan ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, CMRY meraup pendapatan sebesar Rp 3,16 triliun. Angka tersebut melonjak 27,87% secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,43 triliun.

Kinerja positif tersebut didorong oleh segmen produk olahan susu yang menyumbang pendapatan Rp 1,31 triliun dan segmen makanan konsumsi sebesar Rp 1,8 triliun. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih perusahaan ikut terkerek 15,65% menjadi Rp 555 miliar dari sebelumnya Rp 479,86 miliar.

Corporate Secretary Cisarua Mountain Dairy, Dinar Primasari, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi inovasi produk yang berkelanjutan. Perseroan terus menghadirkan produk berbasis protein yang relevan dengan kebutuhan konsumen, seperti jajaran produk “No Added Sugar” serta varian sosis terbaru.

“Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, permintaan terhadap produk kami tetap solid. Kami juga fokus memperkuat penetrasi pasar, termasuk merambah pasar ekspor baru ke Vietnam pada tahun ini, melengkapi kehadiran produk kami di Filipina, Thailand, dan Malaysia,” ujar Dinar.

Dari sisi operasional, manajemen juga menerapkan efisiensi biaya yang ketat guna memastikan pertumbuhan penjualan berbanding lurus dengan peningkatan profitabilitas. Untuk ke depan, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan bersih dua digit secara berkelanjutan.

Analis Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai bahwa performa solid CMRY didukung kuat oleh penjualan kategori ready to drink dan yogurt. Namun, ia mengingatkan adanya tantangan ke depan terkait potensi fluktuasi harga bahan baku dan persaingan ketat di industri konsumer.

“Prospek CMRY hingga akhir 2026 tetap positif berkat stabilnya konsumsi domestik dan tren gaya hidup sehat. Hanya saja, investor perlu mencermati tekanan margin yang mungkin terjadi,” jelas Azis.

Senada dengan hal tersebut, Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, melihat saham CMRY masih cukup menarik. Menurutnya, manajemen CMRY telah menaikkan target pertumbuhan pendapatan tahun ini di kisaran 15%–20%.

“Ekspansi distribusi dan inovasi produk menjadi kunci pertumbuhan. Meski daya beli masyarakat menjadi faktor yang perlu dipantau, momentum teknikal saham ini menunjukkan peluang untuk diperhatikan oleh pelaku pasar,” pungkas Ekky.