Siak – Sebuah video Bupati Siak Afni Zulkifli yang mengulas pertemuannya dengan Ketua APHI Riau Muller Tampubolon bersama manajemen PT Seraya Sumber Lestari (SSL) beredar di media sosial pada Sabtu (23/8/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Pekanbaru tersebut sebelumnya dimaksudkan sebagai tindak lanjut pembahasan konflik lahan di Kabupaten Siak.
Pertemuan itu merupakan lanjutan dari rapat pada Kamis (21/8/2025) antara Pemerintah Kabupaten Siak dan unsur Pentahelix, termasuk APHI.
Dalam kesempatan tersebut, dibahas persoalan sengketa tanah dan kehutanan di wilayah setempat.
Usai pertemuan, Ketua APHI Riau Muller Tampubolon menjelaskan bahwa pertemuan lanjutan dengan Bupati Siak dan PT SSL digagas untuk membuka ruang penyelesaian. “Pertemuan tersebut adalah inisiatif agar permasalahan konflik di PT SSL bisa dicarikan titik terang. Sifatnya non formal agar lebih terbuka,” ujarnya.
Muller menegaskan bahwa pihak PT SSL yang hadir bukan pemegang saham, melainkan perwakilan manajemen. Ia menjelaskan, Bupati Siak sempat menyampaikan usulan fasilitasi lahan seluas 2.000 hektare sebagai penambahan areal produksi. Selain itu, Bupati juga menyarankan agar perusahaan menyetujui Restorative Justice bagi sejumlah pihak yang berstatus tersangka dalam kasus penyerangan fasilitas perusahaan.
“Menjawab hal itu, PT SSL menyampaikan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian,” tutur Muller.
Ia juga menyebutkan, manajemen PT SSL memaparkan bahwa penyerangan kantor perusahaan beberapa waktu lalu menimbulkan kerusakan signifikan, berdampak pada karyawan dan keluarganya, bahkan hingga mengakibatkan salah seorang manajer meninggal dunia. Dengan latar belakang itu, perusahaan berharap seluruh pihak dapat menghormati jalannya proses hukum.
Mengenai jalannya pertemuan, Muller mengakui pertemuan hanya berlangsung singkat, sekitar sepuluh menit, tanpa menghasilkan kesepahaman. Menurutnya, pihak perusahaan merasa belum mendapatkan kesempatan menyampaikan pandangan secara menyeluruh.
“Pertemuan berakhir karena tidak tercapai titik temu. Pihak PT SSL memilih mengakhiri pembicaraan setelah Bupati menyatakan pertemuan dianggap deadlock,” katanya.
Muller juga meluruskan informasi yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan, dalam pertemuan tersebut tidak ada peristiwa saling membentak. “Sejatinya pertemuan itu ditujukan untuk mencari solusi bersama terkait konflik di area PT SSL,” jelasnya.







