FeedSport

Klarifikasi Isu Intimidasi Atlet Kickboxing SEA Games 2025 Mencuat

97
×

Klarifikasi Isu Intimidasi Atlet Kickboxing SEA Games 2025 Mencuat

Sebarkan artikel ini
2918c84f60474cf4edb3ef842ce285f7.jpg
2918c84f60474cf4edb3ef842ce285f7.jpg

Jakarta – Isu intimidasi terhadap atlet kickboxing Indonesia di SEA Games 2025 Thailand mencuat. Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) membantah tudingan tersebut dan menjelaskan duduk perkara sebenarnya.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa tindakan perwakilannya di lapangan adalah upaya penyelamatan agar tim kickboxing Indonesia tidak didiskualifikasi oleh Federasi Kickboxing Asia (WAKO Asia).

“Saya tegaskan tidak ada intimidasi. KOI berjuang agar atlet tetap mendapatkan haknya, kehormatannya, berdiri di podium dan dikalungkan medali,” ujar Oktohari dalam konferensi pers di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Kisruh ini bermula dari pelanggaran regulasi internasional oleh manajer tim kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, dan seorang pelatih asal Kirgistan. Keduanya diskors oleh WAKO Asia dan dilarang berpartisipasi dalam seluruh kegiatan kickboxing di bawah naungan WAKO Asia, termasuk SEA Games 2025.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Wijaya Noeradi, menjelaskan bahwa Rosi tetap hadir di Thailand tanpa akreditasi resmi. Kehadirannya dianggap pelanggaran berat oleh WAKO Asia dan mengancam diskualifikasi seluruh atlet Indonesia.

“Kehadiran oknum tersebut dianggap pelanggaran berat oleh WAKO Asia. Bahkan, pihak federasi sempat mengancam akan mendiskualifikasi seluruh atlet Indonesia karena menganggap kami tetap membawa orang yang sedang disanksi,” kata Wijaya.

Selain itu, video protes yang diunggah oleh atlet Andi Mesyara Jerni Maswara juga dianggap melanggar kebijakan media sosial WAKO. Tindakan tersebut dinilai menyerang integritas federasi dan melanggar kode etik.

Akibatnya, Andi Mesyara Jerni sempat tidak diperkenankan naik podium saat seremoni pengalungan medali perunggu. Perwakilan NOC Indonesia kemudian melakukan mediasi agar Andi tetap bisa naik podium dengan syarat menghapus video tersebut.

Krisna Bayu, anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia, menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah upaya menyelamatkan hak atlet. “Kita tidak bicara posisi pertama, kedua, ketiga, tetapi kesakralan pengalungan medali,” tuturnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI), Ngatino, juga membantah adanya intimidasi. Menurutnya, perwakilan NOC Indonesia justru memperjuangkan hak atlet.

“Jadi tidak benar (adanya intimidasi). Kedatangan Pak Krisna Bayu dan Pak Adi untuk berbicara langsung dengan Presiden (WAKO Asia),” ujar Ngatino.

Di SEA Games 2025, Indonesia meraih satu medali emas, satu perak, dan empat perunggu dari cabang olahraga kickboxing.

ccc980af7f52e1e1e2b8b044562049ae.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Pelatih timnas voli putri Korea Selatan Cha Sang-hyun memberikan usulan ekstrem yang bisa berdampak ke Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Cha Sang-hyun menginginkan pembatasan jatah bermain pemain asing di Liga Voli Putri Korea 2026/2027 Cha Sang-hyun mengusulkan tim-tim Liga Voli Putri Korea dilarang memainkan pemain asingnya pada putaran 4 hingga 6 Fenesia – Megawati Hangestri Pertiwi akan terkena dampak atas usulan…