Ecozone

IHSG Tembus 5.885, Saham Grup Bakrie Kompak Menguat Tajam

11
×

IHSG Tembus 5.885, Saham Grup Bakrie Kompak Menguat Tajam

Sebarkan artikel ini
8ab35c79876e6fe06b4ce75c2c5d15b8.jpg
8ab35c79876e6fe06b4ce75c2c5d15b8.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,21 persen ke level 5.885 pada sesi pertama perdagangan Kamis (9/7).

Pergerakan positif ini didorong oleh dominasi saham yang menguat sebanyak 319 emiten di lantai bursa.

Sebaliknya, terdapat 268 saham yang mengalami koreksi dan 199 saham lainnya terpantau stagnan.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi saham mencapai Rp 6,71 triliun hingga jeda makan siang.

Volume perdagangan tercatat cukup masif dengan angka mencapai 16,66 miliar lembar saham.

Frekuensi transaksi yang terjadi di pasar modal tercatat sebanyak 1,47 juta kali.

Kapitalisasi pasar IHSG saat ini berada pada angka Rp 10.309 triliun.

Sektor transportasi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan sebesar 2,36 persen.

Salah satu emiten yang memberikan kontribusi positif di sektor tersebut adalah PT Blue Bird Tbk (BIRD).

Saham BIRD mencatatkan kenaikan 0,32 persen ke level harga Rp 1.555 per saham.

Secara keseluruhan, tujuh dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI berhasil parkir di zona hijau.

Fenomena menarik terjadi pada kelompok saham Grup Bakrie yang mendominasi daftar top gainers.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 14,77 persen ke level Rp 342.

Selanjutnya, PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) menyusul dengan kenaikan sebesar 12,50 persen ke harga Rp 90.

Emiten lainnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), turut menguat sebesar 4,42 persen ke level Rp 143.

Tren kenaikan ini kontras dengan pergerakan beberapa saham yang masuk dalam daftar top losers.

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) menjadi emiten dengan koreksi terdalam yakni turun 9,43 persen ke Rp 480.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga melemah 2,03 persen ke level Rp 725 per saham.

Sementara itu, PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan penurunan sebesar 1,80 persen ke posisi Rp 2.180.

Kondisi pasar domestik ini sejalan dengan dinamika bursa saham di kawasan Asia yang cenderung variatif.

Indeks Nikkei di Jepang mencatatkan penguatan paling impresif sebesar 1,70 persen.

Bursa Singapura melalui Straits Times juga menguat sebesar 0,81 persen.

Shanghai Composite turut mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,01 persen.

Berbeda dengan tren tersebut, indeks Hang Seng justru mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 0,67 persen.

Para pelaku pasar kini tengah menantikan sentimen lanjutan pada sesi kedua perdagangan sore nanti.

Volatilitas harga saham tetap menjadi perhatian utama bagi investor di tengah fluktuasi pasar regional.

Stabilitas IHSG di atas level 5.800 menjadi indikator penting bagi ketahanan pasar modal nasional.

Kinerja emiten Grup Bakrie hari ini menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar saham ritel.

Aktivitas transaksi yang mencapai jutaan frekuensi menunjukkan tingginya minat beli investor pada sesi pagi ini.

Analisis mendalam terhadap pergerakan sektor transportasi diprediksi akan terus berlanjut hingga penutupan pasar.