Life

KKP Ungkap Pemilik Pagar Beton di Cilincing yang Dikeluhkan Nelayan

153
×

KKP Ungkap Pemilik Pagar Beton di Cilincing yang Dikeluhkan Nelayan

Sebarkan artikel ini
cfce6b12a48429011b73ffb9accdfc5d.jpg
cfce6b12a48429011b73ffb9accdfc5d.jpg

Cilincing – Pagar beton yang membentang di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, menjadi sorotan hangat di media sosial X. Struktur beton sepanjang tiga kilometer ini disebut meresahkan nelayan dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Meskipun proyek ini memiliki izin lengkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dampak negatifnya terhadap kehidupan nelayan dan ekosistem laut menuai banyak kritik.

Polemik pagar beton ini bermula dari unggahan akun media sosial pada Selasa, 9 September 2025. Akun tersebut menyebut bahwa pagar yang semula hanya berupa bambu, kini telah bertransformasi menjadi beton permanen. “Terlalu banyak masalah hingga kita terlena, tiba-tiba pagar bambu laut sudah jadi pagar beton,” demikian narasi yang menyertai unggahan tersebut.

Pagar beton sepanjang tiga kilometer tersebut mulai dipasang satu unit pada Mei 2025. Pemasangannya kemudian ditambah secara berkala, dan kini, tiga bulan berselang, tiga unit pagar beton kokoh berdiri di perairan Cilincing.

Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut KKP, Fajar Kurniawan, mengungkapkan bahwa pagar beton tersebut merupakan bagian dari proyek PT Karya Cipta Nusantara (KCN). KKP telah melakukan verifikasi lapangan terkait keluhan nelayan atas proyek reklamasi di area KCN.

Berdasarkan hasil verifikasi, PT KCN memiliki izin lengkap untuk mendirikan pagar beton tersebut. Pembangunan dilakukan di lapangan pemrakarsa dan tidak menutup akses bagi nelayan. Meski begitu, Fajar berjanji KKP akan terus mengawasi pembangunan proyek tersebut untuk memastikan pelaksanaannya sesuai izin dan tidak merugikan masyarakat pesisir. “Bagi KKP, kepentingan nelayan dan kelestarian laut adalah prioritas utama,” tegasnya.

Fajar menambahkan, pembangunan pagar beton di pesisir Cilincing ini termasuk dalam proyek Pengembangan Terminal Umum. Proyek ini bertujuan memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi maritim Indonesia melalui penyediaan infrastruktur logistik yang modern dan efisien. Ia menekankan bahwa proyek harus berjalan selaras dengan aturan dan penuh tanggung jawab.

Saat ini, ketiga pagar beton di perairan Cilincing telah difungsikan sebagai tempat bongkar batu bara curah. Aktivitas kapal tongkang pengangkut batu bara di kawasan tersebut menimbulkan pencemaran. Air laut di sekitar pagar beton mulai bercampur dengan minyak, diduga berasal dari bongkaran muatan batu bara.

Selain mencemari lingkungan, proyek pagar beton ini juga membuat nelayan sulit mencari ikan. Pembangunan pagar beton tersebut telah merusak bagan ikan nelayan, menyebabkan ikan enggan berenang di sekitar area itu.

Seorang nelayan Cilincing berusia 50 tahun, Ending (bukan nama sebenarnya), mengaku kesulitan mencari ikan. “Yang terdampak di bangunan beton baru ini ada 10 bagan. Dampaknya dari limbah batu bara dan getaran paku bumi itu ikan pada kabur ke tengah,” ujarnya.

Getaran mesin selama pembangunan pagar beton juga disinyalir membuat ikan menjauh. Akibatnya, para nelayan mengalami kerugian besar. Nelayan lain, Boy (30), menuturkan bahwa sebelum pagar beton berdiri, ia bisa mengantongi Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per hari. Namun, kini pendapatannya anjlok drastis, hanya sekitar Rp 50.000 per hari.

Jenis ikan yang ditangkap pun tidak lagi variatif. Jika sebelumnya ia bisa menangkap ikan cekong, tambang putih, teri, dan cumi, kini ia hanya bisa membawa pulang ikan beseng. Harga ikan beseng ini pun sangat rendah, yakni hanya Rp 1.000 per kilogram.

89cdc83b2ef262c6a983d187cdd9fc78.jpg
Life

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) terus mengalami perlambatan tahun ini. Usai meningkatnya bunga acuan (BI Rate) ke level 5,5%, perlambatan KKB dikhawatirkan akan terus berlanjut. Data Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KKB pada beberapa bulan terakhir ini masih mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu. Misalnya pada April 2026, BI mencatat penyaluran KKB terkontraksi 9%…