Mugello – Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, memilih bersikap realistis menjelang penampilannya di MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini. Alih-alih memikirkan peluang mengejar ketertinggalan poin demi gelar juara dunia, ia lebih memilih fokus pada pemulihan fisik jangka panjang.
Marquez kembali mengaspal setelah sebelumnya terpaksa absen pada balapan di Montmelo dua pekan lalu. Langkah ini diambil guna memulihkan diri pasca-operasi ganda yang dijalaninya akibat kecelakaan dalam sesi sprint race di Le Mans, Prancis.
Operasi tersebut dilakukan untuk menangani patah tulang metatarsal kelima pada kaki kanannya serta memperbaiki masalah pada bahu kanan. Masalah bahu ini dipicu oleh bergesernya sekrup medis akibat kecelakaan di Indonesia tahun lalu, yang sempat menekan saraf radial hingga membuatnya kehilangan kekuatan saat berkendara.
Kini, hanya berselang 20 hari setelah operasi dan setelah mengantongi izin dari tim dokter, pembalap berusia 33 tahun itu siap menguji kondisi fisiknya sejak sesi latihan hari Jumat.
Kembalinya pembalap asal Spanyol ini memicu spekulasi bahwa ia mampu memangkas selisih 85 poin dari pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi. Namun, Marquez langsung mementahkan harapan tersebut karena menyadari kondisi fisiknya belum prima.
“Saya ingin sekali memikirkan tentang kebangkitan, tetapi saat ini saya tidak dalam posisi untuk melakukan itu. Fokus saya adalah menata masa depan. Saya harus merasa nyaman lagi di atas motor,” ujar Marquez.
Ia menambahkan bahwa memaksakan diri mengejar kejuaraan dalam kondisi saat ini hanya akan meningkatkan risiko cedera baru yang bisa memperburuk kariernya.
Sejak mengalami patah tulang humerus di Jerez pada 2020 yang berujung pada empat kali operasi, Marquez mengaku telah menyesuaikan gaya balapnya menjadi jauh lebih halus demi menyiasati keterbatasan fisiknya saat ini.







