Life

Kemenkes Soroti Angka Depresi di Jakarta Lebih Tinggi dari Nasional

140
×

Kemenkes Soroti Angka Depresi di Jakarta Lebih Tinggi dari Nasional

Sebarkan artikel ini
f8f1988d783984e2281be072741b251f.jpg
f8f1988d783984e2281be072741b251f.jpg

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa prevalensi depresi di kalangan penduduk Jakarta berusia di atas 15 tahun mencapai 1,5 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional. Angka ini menempatkan masalah kesehatan jiwa pada kelompok usia tersebut sebagai penyakit tertinggi kedua dari sepuluh penyakit yang paling banyak ditemukan.

Ketua Tim Kerja Deteksi Dini dan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Yunita Arihandayani, menjelaskan bahwa rata-rata nasional untuk gangguan depresi adalah 1,4 persen. Data ini disampaikannya dalam seminar daring di Jakarta pada Jumat (21/11/2025).

Sementara itu, untuk masalah kesehatan jiwa secara umum pada usia di atas 15 tahun, Provinsi Jawa Barat mencatat prevalensi tertinggi di angka 4,4 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 2 persen. DKI Jakarta sendiri memiliki angka 2,2 persen, juga sedikit di atas rata-rata nasional. Angka-angka ini merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023.

Meskipun angka depresi dan masalah kesehatan jiwa cukup tinggi, Yunita mengungkapkan bahwa hanya sedikit orang yang mencari pengobatan. Hanya 0,7 persen individu dengan gangguan cemas yang mengakses layanan kesehatan, sedangkan untuk pasien depresi, angkanya mencapai 12,7 persen.

Kurangnya kesadaran akan gejala depresi atau kecemasan menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, stigma di masyarakat terkait masalah kesehatan jiwa masih sangat kuat. Orang enggan mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater karena takut dicap sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau dianggap kurang kuat iman, misalnya dibilang orang yang sedih terus atau tidak punya semangat.

Padahal, deteksi dini dan pengobatan segera sangat penting untuk mencegah kondisi depresi dan kecemasan semakin parah. Ketika tidak mencari pengobatan, depresi yang awalnya ringan dapat menjadi semakin parah. Oleh karena itu, Kemenkes mendorong masyarakat untuk aktif melakukan skrining kesehatan jiwa sebagai upaya pencegahan dan mencari pengobatan jika terdiagnosis.

Menanggapi kondisi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah mengimbau warganya yang merasa cemas terus-menerus atau menghadapi masalah psikologi untuk memanfaatkan layanan konseling ‘Jakarta Counseling and Assistance for Resilience and Empowerment’ (JakCare). Layanan gratis ini dapat diakses melalui aplikasi JAKI atau dengan menghubungi nomor 0800-1500-119.

Apabila ditemukan kondisi kegawatdaruratan psikiatri, JakCare akan langsung menghubungkan pengguna ke layanan krisis melalui mekanisme yang telah ditetapkan, serta ke fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi/unit pelayanan terkait.

89cdc83b2ef262c6a983d187cdd9fc78.jpg
Life

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) terus mengalami perlambatan tahun ini. Usai meningkatnya bunga acuan (BI Rate) ke level 5,5%, perlambatan KKB dikhawatirkan akan terus berlanjut. Data Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KKB pada beberapa bulan terakhir ini masih mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu. Misalnya pada April 2026, BI mencatat penyaluran KKB terkontraksi 9%…