Ecozone

Kemendag Perkuat Sinergi UKM dan Ritel Modern Melalui Pencocokan Bisnis

14
×

Kemendag Perkuat Sinergi UKM dan Ritel Modern Melalui Pencocokan Bisnis

Sebarkan artikel ini
2a5b97b332ef0ec0ef77cf5f39b0f8bf.jpg
2a5b97b332ef0ec0ef77cf5f39b0f8bf.jpg

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kini menggencarkan fasilitasi business matching bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) lokal agar mampu menembus jaringan ritel modern. Langkah ini diambil sebagai strategi memperkuat posisi produk dalam negeri di pasar domestik sebelum merambah pasar global.

Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri (P2DN) Kemendag, Dewi Rokhayati, menyatakan bahwa keberhasilan produk lokal masuk ke pusat perbelanjaan atau mal menjadi indikator utama daya saing sebuah merek. Menurutnya, pelaku UKM perlu fokus pada peningkatan kualitas serta penguatan kesadaran merek atau brand awareness agar produknya semakin dikenal luas.

“Kami terus mengupayakan banyak sekali fasilitas business matching bagi teman-teman UKM,” ujar Dewi di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Di sisi lain, Kemendag juga memproyeksikan produk kreatif tanah air memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menegaskan dukungan pemerintah untuk mempromosikan produk berbasis kearifan lokal agar dikenal dunia.

Ari menambahkan bahwa tren global saat ini cenderung memberikan apresiasi tinggi pada produk yang bersifat berkelanjutan, berbahan alami, serta memiliki narasi budaya yang kuat. Dengan keunggulan desain dan nilai seni kerajinan tangan yang tinggi, ia optimis produk Indonesia mampu menjawab kebutuhan pasar global yang dinamis.

“Kami tentunya akan mendukung pemasaran produk dengan kearifan lokal ini agar bisa mendunia dan dikenal masyarakat Indonesia sendiri,” pungkasnya.

4b28bbcd656e1867187eeadff52470e5.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja PT PP Tbk (PTPP) mulai masuk ke tren pemulihan di tahun 2026, meskipun masih berat. Per April 2026, PTPP mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp 6,88 triliun. Perolehan kontrak baru di periode ini didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 82%, diikuti proyek BUMN sebesar 10%, serta proyek swasta sebesar 8%. Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor Jalan dan Jembatan…

30e44676048e0b8d7c76b621ad5a8749.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Kamis (21/5/2026), seiring meningkatnya sentimen negatif dari faktor domestik maupun global. Indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut ditutup melemah tajam dan menembus level psikologis 6.100. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG terkoreksi 3,54% atau turun 223,56 poin ke posisi 6.094,94. Penurunan ini mencerminkan…