Ecozone

IHSG Melemah, Analis Ingatkan Potensi Koreksi Lanjutan pada Jumat Besok

11
×

IHSG Melemah, Analis Ingatkan Potensi Koreksi Lanjutan pada Jumat Besok

Sebarkan artikel ini
30e44676048e0b8d7c76b621ad5a8749.jpg
30e44676048e0b8d7c76b621ad5a8749.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam pada perdagangan Kamis (21/5/2026) hingga menembus level psikologis 6.100. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut ditutup melemah signifikan sebesar 3,54% atau turun 223,56 poin ke posisi 6.094,94 akibat tingginya aksi jual oleh investor.

Kombinasi sentimen negatif dari domestik dan global menjadi pemicu utama kejatuhan pasar. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa koreksi ini sejalan dengan ekspektasi teknikal, terutama setelah adanya rebalancing indeks MSCI yang mendorong arus keluar dana asing (outflow) pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Selain faktor teknikal, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% turut menekan optimisme pelaku pasar. Kebijakan moneter yang lebih ketat tersebut dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan kredit perbankan sekaligus mempersempit likuiditas di pasar keuangan nasional.

Sentimen global pun tidak kalah menekan. Risalah rapat FOMC menunjukkan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, masih mempertahankan sikap hawkish. Hal ini memperkuat dolar AS dan memicu pelarian modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyoroti adanya sentimen domestik terkait kebijakan pembentukan badan pengatur ekspor sumber daya alam. Para investor merespons negatif rencana tersebut karena dianggap berpotensi memperpanjang birokrasi dan melemahkan daya saing ekspor nasional.

Tekanan terhadap pasar juga diperparah oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp17.600 per dolar AS. Kondisi ini membuat tekanan jual di bursa domestik tetap dominan meski bursa saham regional Asia cenderung bergerak variatif.

Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam tren bearish yang kuat. Level 6.000 kini menjadi titik support krusial yang menentukan arah pergerakan jangka pendek. Jika level tersebut tidak mampu bertahan, IHSG berisiko terperosok lebih dalam ke kisaran 5.880 hingga 5.900.

Meskipun potensi pelemahan masih membayangi, para analis melihat adanya peluang technical rebound dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk menerapkan strategi selektif dengan mengalihkan portofolio pada saham-saham berfundamental kuat dan defensif melalui aksi bargain hunting.

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati di antaranya TLKM dengan area beli di Rp2.860, CPIN, INDF, serta TINS. Selain itu, saham seperti HMSP, PGAS, dan WIIM juga dinilai layak masuk dalam daftar pantauan di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

4b28bbcd656e1867187eeadff52470e5.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja PT PP Tbk (PTPP) mulai masuk ke tren pemulihan di tahun 2026, meskipun masih berat. Per April 2026, PTPP mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp 6,88 triliun. Perolehan kontrak baru di periode ini didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 82%, diikuti proyek BUMN sebesar 10%, serta proyek swasta sebesar 8%. Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor Jalan dan Jembatan…